Saturday, July 9, 2016

Cerita Sex Rudi, Iparku Yang Perkasa


Agen Judi Online Terpercaya Cerita Sex Terbaru | Namaku Irma tapi biasa dipanggil I’in oleh orang di rumah. Aku sulung dari 4 bersaudara yg semuanya perempuan. Saat ini usiaku 34 tahun dan adik bungsuku Yola 21 tahun. Aku sangat menjaga bentuk tubuhku, dengan tinggi badan 167 cm dan berat badan 59 kg, tdk ada yg menygka kalau aku sudah memiliki 2 orang anak yaitu Echa 6 dan Dita 3 tahun. Kalau kata suamiku, teman-temannya sering memuji tubuhku, terutama pada bagian pinggul dan payudaraku yg berukuran 34B hingga terlihat sangat seksi jika sedang mengenakan baju yg pressed body.
Percumbuanku dengan Rudi terus berlanjut tanpa pernah ada halangan yg benar-benar mengganggu, seperti jika suamiku datang dari kota tempat dia bekerja, atau “tamu” wanita yg datang rutin tiap bulannya. Setiap kali bercumbu dengannya aku selalu mendapatkan kenikmatan orgasme yg tak terhingga, mulai dari gaya yg baru sampai tempat-tempat yg selama ini tak pernah kukira akan dapat melakukan hubungan sex di sana hingga itu membuatku semakin merasa terikat dan sulit untuk dapat lepas darinya. BANDAR KIU KIU
Cerita Dewasa | Salah satu tempat yg sangat berkesan olehku adalah saat kami berdua melakukannya di rumah ortu ku. Itu semua berawal dari keberangkatan kedua orang tuaku kekota balikpapan karena ada keluarga yg akan menikah, rencananya mereka akan menginap satu malam di sana. Atas permintaan Yola, aku dan kedua anakku diminta bermalam karena dia takut kalau harus sendirian. Selain itu atas izin ayah kami, Rudi diminta Yola untuk bermalam dan keberadaanku di sana bertindak untuk menjaga kalau sampai mereka kelepasan.
Ternyata Rudi memiliki kejutan yg dia persiapkan begitu mendengar kalau aku juga akan ikut bermalam di sana. Malam itu sekitar jam 20:10, kami baru saja selesai makan malam. Setelah menyikat gigi, aku menidurkan kedua anakku di kamar yg dulu kutempati. Setelah 10 menit aku yakin kalau kedua anakku telah tertidur pulas, aku mematikan lampu dan keluar pelan-pelan dari kamar itu.
Saat sampai di depan TV aku mencari Yola, tapi dia tdk ada di sana sementara Rudi sedang asyik di sofa sambil tidur-tiduran di sana. Lalu aku mencarinya di dapur, kuketuk pintu WC, di sana tdk ada juga. Akhirnya aku kembali ke ruang tengah. CAPSA SUSUN
“Geser dikit Rud.. Kamu lihat Yola nggak..?” tanyaku padanya.
“Sudah tidur Kak..” jawab Rudi sambil duduk.
“Tumben sudah pulas jam segini.. Biasanya juga jam 10″ komentarku.

Rudi tersenyum mendengar perkataanku, lalu dia merapatkan posisi duduknya ke tubuhku. Sementara matanya menatap tajam ke arahku dari atas sampai ke bawah. Walau tahu sedang dipelototi aku pura-pura cuek sambil menonton TV.
Malam itu aku mengenakan T-shirt tipis tanpa lengan yg lebih mirip singlet warna putih dengan dalaman BH warna hitam. T-shirt itu agak longgar, tapi tdk dapat menyembunyikan bentuk lekukan yg menonjol di dadaku. Tipisnya kain T-shirt dan BH yg kupakai membuat bentuk puting susuku secara samar bisa terlihat. Dengan belahan dada T-shirt yg rendah membuat kedua payudaraku akan terlihat dengan jelas jika sedang membungkuk sedikit saja. ADU KIU KIU
Bawahanku adalah celana ketat selutut yg juga warna putih. Celana ketat itu memamerkan keindahan garis tubuhku pada bagian bawah. Lekukan pinggul dan pantatku yg sekal tercetak secara nyata di celana yg kukenakan saat itu. Sebenarnya aku memakai semua itu untuk menyenangkan Rudi, tapi aku tak mau mengatakannya karena aku sengaja ingin membuatnya menjadi panas dingin. Selain itu aku tak ada rencana untuk bercinta dengannya karena kondisi yg kurang mendukung, apa mau dikata rencana tinggal rencana.
“Kakak seksi banget malam ini.. Aku jadi terangsang nih” bisik Rudi di telingaku sebelah kiri.
“Jangan Rud.. ini di rumah ayah..” aku menolak sambil mendorong dadanya dengan kedua tanganku.
“Nggak apa Kak.. Toh mereka juga nggak bakal tahu..” kata Rudi sambil meremas payudaraku.
“Mmmh.. Tapi.. Ada.. Yola di kamar.. Kalo dia.. Akkh.. Bangun.. Gimana..?” ujarku sambil mencoba menahan kedua tangannya yg mencoba menelusup ke dalam T-shirt yg aku kenakan.
“Tenang aja Kak.. Aku udah masukin obat tidur ke dalam teh yg dia minum tadi.. Kalo kakak nggak mau.. Aku tidur sama Yola aja dah..” CEME

Mendengar perkataannya itu, aku kaget bukan kepalang. Selain masalah obat tidur, aku takut kalau Rudi akan benar-benar meniduri Yola malam ini. Selang beberapa waktu aku tenggelam dalam pikiranku, dan saat aku sadar ternyata tubuhku bagian atas tinggal tertutup oleh BH yg kaitannya telah terlepas.
“Oke Rud.. Kakak mau.. Tapi jangan disini..” pintaku pada Rudi.
“Terserah kakak aja..” kata Rudi sambil menghentikan kegiatannya.
“Setengah jam lagi kamu masuk ke kamar.. Kakak mau siap-siap dulu..”

Rudi mengangguk, lalu mengangkat tubuhnya yg sedang menindihku yg sudah setengah telanjang. Setelah mengenakan kembali BH dan T-Shirt yg tadi dipreteli oleh Rudi, aku langsung berdiri. Saat hendak melangkah, tiba-tiba Rudi merangkul pinggulku, kepalanya langsung tenggelam di pangkal pahaku sementara kedua tangannya meremas pantatku. Aku mendesah saat merasakan lidahnya yg menusuk-nusuk celana tipis yg kukenakan. Selang 5 menit kemudian Rudi melepaskan tubuhku dan membiarkan aku berjalan ke kamar.
Masuk ke kamar orang tuaku, pintu langsung kututup dan kulepaskan semua kain yg melekat di tubuhku kemudian dengan setengah berlari aku masuk ke toilet yg terdapat di kamar tersebut. Kuambil sabun sirih khusus untuk membersihkan alat vital wanita lalu kubersihkan kelaminku dengan sabun itu. Sekitar sepuluh menit kemudian aku keluar dan langsung duduk di meja rias ibuku. Kuperhatikan tubuhku di cermin, sepasang payudara berukuran 34B yg montok dan kenyal menggelantung indah dan menggairahkan. Kuturunkan mataku ke bawah, liang senggamaku yg merah terlihat dengan jelas tanpa terganggu oleh rambut kemaluan yg baru tumbuh pendek. Itu karena beberapa hari yg lalu rambut itu telah dicukur habis oleh suamiku. POKER & DOMINO
Kuambil parfum khusus wanita milik ibu dan kusemprotkan ke beberapa bagian tubuh. Seluruh bagian leher, ketiak, payudara, perut dan paha. Semua itu adalah bagian tubuh yg biasa dijilat Rudi jika sedang mencumbuku. Tanpa mengenakan dalaman, kukenakan kimono tidur milik ibuku dan mengikat tali di pinggangnya. Kukecilkan volume cahaya kamar agar menjadi lebih romantis. Saat akan bercinta dengan suami saja aku tak pernah melakukan persiapan seperti saat itu, Rudi benar-benar telah membiusku. Setelah itu aku naik ke atas kasur. Kupeluk guling sambil menunggu Rudi masuk, aku merasa deg-degan seperti saat melalui malam pertamaku dengan suami.
Selang beberapa waktu kemudian kudengar pintu kamar diketuk, kupejamkan mata sambil bergulung ke arah kanan. Kemudian terdengar suara pintu dibuka lalu ditutup kembali, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahku. Rudi memanggil-manggil namaku, tapi aku pura-pura tertidur dan tak menjawabnya. Kurasakan kasur agak bergerak, rupanya Rudi sudah naik ke atasnya. Tangannya menyentuh bahuku dan menggoyangnya, aku masih berpura-pura tertidur.  SABUNG AYAM
Kemudian dia mengubah posisi tubuhku dengan menelentangkannya, guling yg sedang kupeluk diambilnya. Setelah itu terasa tali kimonoku ditariknya, dan saat Rudi membuka kimono yg kukenakan, hawa dingin ruangan menyengat tubuhku bagian depan. Tak ada gerakan setelah itu, tapi aku yakin kalau saat ini Rudi sedang memandangi tubuhku bagian depan yg sudah terbuka lebar.
Selama beberapa saat aku tdk merasakan ada gerakan, ini membuatku hendak membuka mata karena penasaran. Tiba-tiba aku merasakan angin hangat pada pangkal pahaku, kubuka mataku sedikit, ternyata angin hangat tadi disebabkan oleh Rudi yg bernafas di selangkanganku. Pasti dia sedang menikmati wangi sabun sirih yg kupakai barusan. Hembusan nafas dari hidungnya bertiup ke arah pintu liang memekku. Ini menimbulkan sensasi nikmat tersendiri dalam tubuhku.
Rudi terus menghembuskan nafasnya di bagian bawah perutku, rasa geli dan nikmat bercampur menjadi satu dan merangsang tubuhku. Aku mencoba bertahan dan melawan kenikmatan yg terus menyerang, tapi tubuhku berkata lain. Kurasakan ada cairan hangat yg mengalir keluar dari lubang kemaluanku, padahal Rudi hanya menghembuskan nafas saja tanpa melakukan penetrasi yg lain.
Seiring keluarnya cairan hangat dari liang kenikmatanku, udara hangat dari hidung Rudi mulai naik ke atas. Udara itu berputar-putar sejenak di lubang pusar, kemudian menjelajahi setiap jengkal kedua payudaraku, bergerak ke atas lagi hingga ke leher. Di sini dia bergerak bolak-balik dari kanan ke kiri. Semua perbuatan Rudi itu membuatku semakin terangsang dan hampir saja kehilangan kontrol, berkali-kali aku ingin mengerang saat hidungnya menggesek-gesek puting susuku. 
“Sampai kapan mau tidur Kak..?” bisik Rudi di telinga kiriku sementara salah satu tangannya memelintir puting susuku sebelah kanan.
“Aucch.. Sshh.. Ampuun Ruud.. Aku dah banguunn” erangku sambil membuka kedua kelopak mata.

Astaga ternyata Rudi sudah hanya mengenakan CD. Wajah Rudi tampak jelas sekali di hadapanku, ada senyum nakal penuh kemenangan di sana. Kubalas senyumnya dan dengan penuh hasrat kulingkarkan kedua tanganku di lehernya. Kutarik wajah Rudi lebih mendekat ke arahku sampai bibir kami berdua bertemu dan langsung beradu.
Bibir Rudi langsung saja melumat bibirku seakan ingin menelannya, lidahnya menusuk ke dalam rongga mulutku dan mencari-cari lidahku. Aku tak mau kalah, kujulurkan lidahku untuk menggelitik rongga mulut Rudi, ia terpejam merasakan seranganku. Tapi dia tak membiarkan aku mengendalikan permainan kami malam itu, dia melepaskan ciumannya dari bibirku dan menciumi wajahku sesuka hati. Sesekali dia mengulum bibirku, lalu menjilati wajahku. Aku semakin mengeratkan rangkulan tanganku pada lehernya.
Ingin rasanya aku menjerit sekeras mungkin saat merasakan cumbuannya yg semakin liar saja, setelah menggerayg ke leher bibirnya terus turun hingga sampai ke atas payudaraku. Aku menahan nafas manakala bibirnya mulai menciumi kulit di seputar buah dadaku. Lidahnya menari-nari dengan bebas menelusuri kemulusan kulit sepasang payudaraku yg sekal dan menggairahkan. Nafas Rudi menderu semakin kencang disertai suara kecipak mulutnya yg dengan penuh hasrat melumat payudaraku yg montok seolah ingin merasakan setiap inci kekenyalannya.
Dari bibirku meluncur desisan dan rintihan nikmat, sementara tanganku meremas rambut Rudi dan menekan kepalanya ke dadaku. Rangsangan maha dahsyat menghajar tubuhku manakala bibir Rudi mulai menjilat dan mengulum puting susuku yg telah mengeras. Dengan lihai lidahnya menyapu seluruh permukaan putingku secara bergantian, aku mengerang halus tiap kali bibir Rudi berhenti di salah satu puting susuku. Kemudian ia mulai menyedot-nyedot putingku yg malang itu sebelum mengakhirinya dengan sebuah gigitan halus dan menariknya perlahan dengan giginya yg putih.
Saat Rudi melakukan itu, puting susuku yg lain tdk dibiarkannya menganggur begitu saja. Dengan nakal jari-jari tangan Rudi memilin dan memelintir puting susuku ini. Dan jika dia telah menggigit salah satu di antaranya, maka tangannya akan memencet puting yg lain dan menariknya dengan penuh gairah. Dan itu dilakukan Rudi bergantian kepada kedua puting susuku secara berulang-ulang. Perbuatannya itu makin membuatku lupa daratan dan serasa melayg-layg di awan. cerita sex
“Ruddd..!” Jeritku lirih memanggil namanya saat untuk yg kesekian kali, puting susuku disedotnya kuat-kuat.
Aku menggelinjang kegelian. Hisapan itu nikmat luar biasa. Selangkanganku semakin basah dan meradang. Tubuhku menggeliat-geliat bagai ular kepanasan mengimbangi permainan lidah dan bibir Rudi di buah dadaku yg terasa semakin menggelembung keras.
“Oohh Kak.. Teteknya bagus banget.. Mmphh.. Wuih.. Montok banget..” rayu Rudi sambil terus memainkan sepasang payudaraku.
Tubuhku terus menyambut hangat setiap kecupan mesra bibirnya. Badanku melengkung dan dadaku kubusungkan untuk mengejar kecupan bibir Rudi. Lalu kudorong kepala Rudi ke bawah menyusur perutku. Dia mengerti dengan apa yg kuinginkan saat ini. Dengan nafas menggebu-gebu, ia mulai bergerak. Kedua tangan Rudi menyelusup ke bawah tubuhku dan mencekal pinggang, mengangkat pinggulku dan meloloskan kimono yg tersangkut di bawah kemudian mencampakkannya entah ke mana.
Kini aku benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yg menghalangi. Kulirik Rudi yg terpesona memandangi ketelanjanganku. Gairahku semakin meletup melihat tatapan penuh birahi Rudi, membuatku begitu bangga dan tersanjung. Walau sudah sering melihatnya, tetap saja Rudi terkagum-kagum jika melihatku dalam keadaan telanjang seperti ini. Mataku melirik ke bawah melihat tonjolan keras di balik CD-nya. Dadaku berdegup, selangkanganku berdenyut dan semakin membasah oleh gairah membayangkan batang keras dibalik CD-nya.
“Ruuudddd.. Nnghh.. Jangan diliatin aja.. Dingin nih..” rengekku manja dengan gaya yg genit.
Rudi seperti tersadar dari lamunannya, dan mulai beraksi lagi.
“Abisnya badan kakak seksi banget sih.. Gak bosen aku ngeliat ni badan kalo lagi telanjang..” katanya seraya melepaskan CD hingga kini kami sama-sama telanjang.
Kulihat batang kejantanannya yg keras itu meloncat keluar seperti ada pernya begitu lepas dari kungkungan CD. Mengacung tegang dengan gagahnya, besar dan panjang. Terlihat olehku otot-otot melingkar di sekujur batang itu. Aku sudah tak sabar lagi ingin merasakan kekerasannya dalam genggamanku. Yg dimiliki Rudi ini membuat punya suamiku seperti milik anak kecil saja. Segera kusambut tubuh Rudi yg menindih badanku lagi.
Aku langsung menyambut hangat ciuman Rudi sambil merangkulnya dengan erat. Ciuman itu benar-benar membuatku terhanyut oleh gairah yg semakin meninggi. Terlebih lagi saat kurasakan batang kejantanan Rudi yg keras menggesek-gesek perutku, gairahku semakin meledak-ledak dibuatnya. Rudi kembali menciumi buah dadaku, kurasakan dan kuresapi setiap remasan dan hisapannya dengan penuh kenikmatan. Aku tak mau berdiam saja dimanja seperti itu.
Dengan nakal tanganku menggerayg ke sekujur tubuh Rudi, bergerak perlahan namun pasti ke arah batang kemaluannya. Hatiku berdesir kencang saat merasakan batang nan keras itu dalam genggamanku, kutelusuri mulai dari ujung sampai ke pangkalnya. Jemariku menari-nari lincah menelusuri urat-urat yg melingkar di sekujur batang kejantanannya. Kudengar Rudi mengeluh panjang. Kuingin dia merasakan kenikmatan yg kuberikan. Ujung jariku menggelitik moncongnya yg sudah licin oleh cairan. Lagi-lagi Rudi melenguh, kali ini lebih panjang.
Tiba-tiba saja dia membalikkan tubuhnya, kepalanya persis berada di atas selangkanganku sementara miliknya persis di atas wajahku. Kulihat batang kejantanan Rudi bergelantungan, ujungnya menggesek-gesek wajahku hingga dengan refleks mulutku langsung menangkap batang kejantanan itu. Kukulum pelan-pelan dengan penuh perasaan. Rudi sepertinya tdk mau kalah dengan gerakanku yg agresif. Lidahnya menjulur menelusuri garis memanjang bibir kemaluanku.
Hal ini membuatku terkejut, tubuhku bergetar seakan diserang listrik. Kurasakan darahku berdesir kemana-mana, sementara lidah Rudi bermain semakin lincah. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku. Ini membuatku seperti melayg-layg di atas awan. Nikmatnya sungguh tdk terkira, pinggulku tak bisa diam mengikuti kemana jilatan lidah Rudi berada.
Tubuhku seperti dialiri listrik berkekuatan tinggi. Gemetar menahan desakan kuat dalam tubuhku. Aku semakin tak tahan menerima berbagai kenikmatan yg dibuat oleh lidah Rudi. Perutku mengejang, kakiku merapat, menjepit kepala Rudi. Seluruh otot-ototku menegang, dan jantungku serasa berhenti berdetak. Sekuat tenaga aku bertahan sampai akhirnya tubuhku tak mampu lagi menahan kenikmatan gelombang orgasme yg meledak-ledak.
Diiringi jeritan lirih dan panjang, tubuhku menghentak berkali-kali mengikuti semburan cairan hangat dalam liang kewanitaanku. Aku terhempas di atas ranjang dengan tubuh lunglai tak bertenaga. Lagi-lagi puncak kenikmatan orgasme yg kuraih bersama Rudi terasa dahsyat dan luar biasa.
“Oohh.. Rrudd.. Nghh.. Enak sekali..” rintihku tak kuasa menahan diri.
Mengapa kenikmatan seperti ini tak bisa lagi kudapatkan dari suami yg sangat kucintai, yg ada hanya rasa menggantung jika sedang bercumbu dengannya. Sementara Rudi memberikan kenikmatan tak terhingga setiap kali kami bercinta. Sambil menetralisir nafasku yg naik-turun tak karuan, kulihat Rudi tersenyum di bawah sana. Dia pasti sangat bangga dengan kehebatannya bercinta karena selalu mampu membuatku mencapai puncak kenikmatan orgasme yg sejati.
Rudi tahu bahwa suamiku tdk dapat memuaskan tubuhku seperti saat dia mencumbuku. Aku tak bisa berbuat banyak, karena kuakui kalau aku sangat membutuhkannya saat ini. Membutuhkan apa yg sedang kugenggam dalam tanganku ini, benda yg berulang kali telah memberikan kenikmatan lebih daripada apa yg kurasakan barusan. Rudi masih menjilati sisa-sisa cairan yg keluar dari liang senggamaku.
Jemariku meremas-remas kembali batang kejantanannya. Kukocok perlahan lalu kumasukkan ke dalam mulutku, kukulum dan kujilat-jilat. Kurasakan tubuh Rudi meregang dan dari mulutnya keluar rintihan kenikmatan. Aku tersenyum melihatnya seperti itu, aku ingin memberi kepuasan pada Rudi seperti dia telah memuaskan tubuhku. Kulumanku semakin panas, lidahku melata-lata liar di sekujur batang kejantanannya.
Terdengar suara kuluman mulutku, sementara Rudi terus merintih-rintih keenakan. Dia menggerakkan tubuhnya di atasku seperti sedang bersenggama, hanya saja saat itu batang kelaminnya menancap dalam mulutku. Kuhisap dan kusedot kuat-kuat, tapi dia belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera mencapai klimaks. Mulutku mulai terasa kaku karena kelelahan sementara gairahku mulai bangkit kembali, liang kemaluanku sudah mulai mengembang dan basah lagi. Sementara batang kejantanan Rudi masih tegak dengan gagah perkasa, bahkan lebih keras.
“Udah Kak.. Ganti posisi aja ya..” kata Rudi seraya membalikkan tubuhnya dalam posisi umumnya bersetubuh.
Dasar pejantan tangguh pujiku dalam hati. Rudi memang piawai dalam bercinta, padahal baru sebulan kami berhubungan, dia sudah sepandai ini, batinku. Dia tdk langsung memasukkan batang kelaminnya dalam lubang memekku, tetapi digesek-gesekkan dahulu di sekitar bibir kemaluanku. Dengan sengaja ia menekan seperti hendak dimasukkan, tetapi kemudian di gesekan kembali ke ujung atas bibir memekku hingga menyentuh klitoris. Ngilu, enak dan entah apa rasanya.
“Rudddd.. Aduuhh.. Aduuhh Rudd! Sshh.. Mmppffhh.. Ayo Ruuudddd.. Masukin aja.. Nggak tahann..” pintaku menjerit-jerit tanpa malu.
Aku hampir mencapai orgasme lagi saat membayangkan betapa nikmatnya saat batang kemaluan Rudi yg perkasa itu mengisi liang kewanitaanku yg masih rapat dan singset terawat.
“Udah nggak tahan ya.. Kak..” candanya hingga membuatku blingsatan menahan nafsu.
Aku gemas sekali melihatnya menyeringai seperti itu. Aku langsung menekan pantat Rudi dengan kedua tanganku sekuat tenaga. Rudi sama sekali tak menygka akan hal itu, ia tak sempat lagi menahannya. Maka tak ayal lagi batang kejantanan Rudi melesak ke dalam liang kewanitaanku. Aku segera membuka kedua kakiku lebar-lebar, memberi jalan seleluasa mungkin bagi batang kelamin perkasa itu. Terasa batang kejantanan itu sangat sesak sehingga membuat liang kewanitaanku terkuak lebar-lebar.
Kulihat wajah Rudi terbelalak tak menygka akan perbuatanku. Ia melirik ke bawah melihat seluruh batang kemaluannya telah terbenam dalam liang senggamaku. Aku tersenyum menyaksikannya, Rudi balas tersenyum.
“Kakak nakal ya.. Awas.. Ntar aku bikin mati keenakan..” ujarnya.
“Mau doongg..” jawabku genit sambil memeluk tubuh kekarnya.

Rudi mulai menggerakkan pinggulnya, pantatnya kulihat naik turun dengan teratur. Kadang-kadang digoyang-goyangkan sehingga ujung batang kemaluannya menyentuh seluruh relung-relung memekku. Aku turut mengimbanginya, pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patah-patah, kemudian berputar lagi. Efeknya luar biasa, Rudi memuji-muji goyanganku. Dia belum pernah melihat aku begitu bergairah sampai bisa bergoyang sehebat ini.
Aku semakin bergairah, pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedut-ngedutkan otot memekku. Ini membuat Rudi merasa batang kejantanannya seperti dikulum-kulum dalam jepitan liang senggamaku.
“Akkhh.. Kaa.. Eennaakkhh.., hebaathh.. Uugghh..” erangnya berulang-ulang.
Sementara tangan Rudi semakin kuat meremas-remas dan memilin-milin puting susuku dan bibirnya terus menyapu seluruh wajahku hingga ke leher, Rudi semakin mempercepat irama tusukannya, kurasakan batang kejantanannya yg besar keluar masuk liang senggamaku dengan cepatnya. Aku berusaha terus mengimbangi kecepatan gerak pinggul Rudi, dan harus kuakui permainan Rudi sangat luar biasa. Aku bisa merasakan bagaimana rasa nikmat yg berawal dari liang kewanitaanku mulai menjalari seluruh tubuhku, tanda bahwa puncak orgasme mulai merasuki tubuhku.
Sementara Rudi nampak berusaha keras untuk bertahan, padahal tubuhnya juga mulai mengejang-ngejang tak karuan. Aku merasa kalau dia juga hampir mencapai klimaks. Pinggulku meliuk-liuk semakin liar, sementara pantat Rudi mengaduk-ngaduk kewanitaanku semakin cepat. Semakin cepat tak beraturan, sehingga aku yakin kalau dia akan segera mengeluarkan sperma hangatnya dalam liang kenikmatanku.
Tetapi secara tiba-tiba saja aliran kencang berdesir dalam tubuhku. Nampaknya tubuhku juga sudah hampir tdk tahan menerima rangsangan Rudi terus-menerus. Liang kenikmatanku terasa merekah semakin lebar, kedua ujung puting susuku semakin mengeras, mencuat berdiri tegak. Bibir Rudi langsung menangkapnya, dan menyedot kuat-kuat kemudian menjilatinya dengan penuh nafsu. Aku membusungkan dadaku sebisa mungkin dan oohh.. Rasanya aku tak kuat lagi bertahan.
“Ruuddd..! Cepat keluarin doonng..!” teriakku sambil menekan pantatnya kuat-kuat agar kejantanannya lebih masuk ke selangkanganku.
Beberapa detik kemudian tubuhku bergetar hebat, diiringi oleh gelombang rasa nikmat tak terhingga saat cairan hangat menyembur dari liang kewanitaanku. Bersamaan dengan itu, tubuh Rudi bergetar keras yg diiringi semprotan cairan hangat dari batang kejantanannya di dalam liang kewanitaanku.
Rudi langsung memeluk tubuhku erat-erat, dengan penuh perasaan aku membalas pelukan itu. Kami lalu bergulingan di ranjang merasakan kenikmatan puncak permainan cinta ini dengan penuh kepuasan. Kami merasakan dan meresapinya bersama-sama, peluh yg membasahi tubuh kami berdua menjadi satu dan tak kami pedulikan lagi. Bantal dan guling berjatuhan ke lantai. Sprei berantakan tak karuan terlepas dari ikatannya.
Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan dengan geraman Rudi. Kakiku melingkar di sekitar pinggangnya, sementara bibirnya terus menghujani sekujur wajah dan leherku dengan ciuman-ciuman lembut. Aku masih bisa merasakan kedutan-kedutan batang kejantanan Rudi yg perkasa menggesek dinding memekku. Nikmat sekali permainan cinta yg penuh dengan gelora nafsu birahi ini.
Aku termenung merasakan sisa-sisa akhir kenikmatan ini. Tak kusangka kalau aku akan berhubungan badan dengan Rudi di kamar orang tuaku. Dia memang seorang laki-laki jantan yg selalu memberi kejutan setiap kali kami bercinta. Setelah itu kami berdua tertidur dengan posisi aku menindih tubuhnya, sementara batang kejantanannya masih menancap di dalam liang kewanitaanku.

No comments:

Post a Comment