Saturday, July 2, 2016

Cerita Sex Denis


Agen Judi Online Terpercaya Neng Denis……” sebuah suara memanggil seorang gadis yg baru saja keluar dari sebuah kelas di salah satu SMU swasta terkenal di ibukota. Saat itu kegiatan belajar mengajar di sekolah baru saja selesai, dan semua siswa-siswi bersiap-siap untuk pulang. Gadis yg dipanggil itu berhenti sejenak lalu memutar tubuhnya ke belakang sambil menatap seorang lelaki setengah baya yg tergopoh-gopoh lari ke arahnya.
Cerita Sex Terbaru | Melihat siapa yg datang, gadis itu langsung memisahkan diri dengan teman-temannya, lalu mengajak lelaki tadi masuk kembali ke dalam sebuah kelas kosong untuk berbicara 4 mata saja. Nampaknya ada hal yg sangat serius yg mereka obrolin. Sekitar 10 menit mereka mengobrol, kemudian gadis itu keluar dari kelas itu dengan tersenyum penuh arti. Demikian juga lelaki setengah baya itu. Entah apa yg mereka bicarakan. Akhirnya gadis itu kembali menyusul teman-temannya, bersiap-bersiap untuk pulang.
Nama gadis itu adalah Denis. Usianya baru 17 tahun. Ia sekolah di kelas 2 sebuah SMU swasta terkenal di ibukota ini. Denis merupakan salah satu cewek terpopuler di sekolahnya. Gadis belia itu sangat cantik, dengan hidung mungil yg lucu. Dia memiliki kulit putih bersih yg mulus, mata bulat dengan bulu mata yg lentik dan panjang hitam lurus sepunggung.
Gadis itu memiliki tubuh mungil khas remaja, dengan dada yg tdk begitu besar namun montok dan menantang serta dihiasi seragam SMU yg ketat, rok yg beberapa centi di atas lutut, dan kaus kaki putih panjang yg menutupi keindahan betisnya. Ya, kecantikan wajah dan tubuhnya, nyaris sempurna, sangat sesuai dengan selera om-om hidung belang. Ditunjang bibirnya tipis menggoda, dan selalu dihiasi senyum nakal remaja, membuatnya sebagai magnet bagi kaum lelaki, termasuk lelaki yg baru saja diajaknya ngobrol di kelas tadi.
Lelaki setengah baya yg baru saja berbicara dengan Denis adalah Mang Jaka. Dia adalah pesuruh sekolah ini yg bertugas antara lain sebagai tukang sapu sekaligus tukang kebun sekolah. Umurnya sudah 52 tahun. Dia bertubuh tinggi besar dan berkulit hitam. Rambutnya yg putih tipis nyaris botak sedangkan kumis dan janggutnya tumbuh liar tak teratur. Tetapi yg paling tdk mengenakan untuk di lihat adalah tampanganya sangat jelek. Tahun ini dia sudah bekerja selama 12 tahun dan dia dipertahankan kepala sekolah karena sangat baik dan rajin. Murid-murid sekolah itupun sangat senang bergaul dengannya yg sangat ramah.
Di sebuah kompleks perumahan Pukul 16.00 Dengan sepeda bututnya, Mang Jaka menyusuri jalan di sebuah perumahan menengah atas. Sepeda itu berhenti di sebuah rumah bertingkat dua dengan taman garasi mobil di sampingnya. Mang Jaka menjulurkan tangannya ke dalam pagar untuk mencari knop bel. Tak lama kemudian dari dalam sana keluar seorang gadis belia dengan senyuman khasnya yg nakal. Gadis itu adalah Denis. Tubuhnya yg indah itu terbungkus hotpants ketat berwarna putih dan baju berkancing tanpa lengan yg berwarna sama dengan bawahannya. Penampilan sangat seksi dan menggoda sore itu.
“Sore mang, yuk masuk!” ajak gadis itu.
BANDAR KIU KIU | CAPSA SUSUN | ADU KIU KIU | CEME | POKER & DOMINO | SABUNG AYAMMaka Jaka pun akhirnya memasukkan juga sepedanya ke dalam setelah Denis membukakan pagar untuknya. Mang Hamat mengikutinya dari belakang, sesekali matanya menatap pantat gadis itu yg bergoyang kesana-kemari dengan indahnya. Begitu bulat dan padat sempurna bokong itu sampai Mang Jaka gemas ingin meremasnya. Denis menyuruh Mang Jaka memasukkan sepedanya ke garasi yg kebetulan hari itu kosong, yg menandakan ada yg memakai mobil keluarganya. Kemudian dia mengikuti si empunya rumah memasuki rumah itu setelah melepas alas kaki dan menaruhnya di depan pintu.
“Mang Jaka bawa kan barangnya?” tanya Denis dengan wajah penuh harap.
“Bawa neng. Tapi harus cepat-cepat dikembalikan. Takut kepala sekolah tahu”
“Tenang aja, cuman bentar kok” jawab Denis dengan tersenyum puas.
“Tapi duit perjanjiannya sudah ada kan neng?”
“Santai saja mang. Tapi saya lihat dulu dong apa yg Mang Jaka bawa apa”
“Boleh” jawab Mang Jaka seraya mengeluarkan sesuatu dari balik punggunya.
“Eh mang, kita lihat di kamar Denis aja. Ga ada orang kok” kata Denis lalu mengajak Mang Jaka ke dalam kamarnya.

Di dalam kamar, gadis itu lalu duduk di atas ranjangnya yg diikuti Mang Jaka.
“Mana mang?”
“Ini neng, seperti yg neng minta” kata Mang Jaka tersenyum sambil menyerahkan sebuah map berisi beberapa lembar kertas.

Denis melihat semua isi map itu dan ikut juga tersenyum bahagia.
“Benar kan ini yg neng Denis mau?”
“Benar mang. Pintar juga nih si mamang” puji gadis itu “Siapa dulu dong….Jaka bin Abdul Aziz” kelakar pesuruh sekolah tua itu sambil membusungkan dadanya.
“Tapi ga ada yg tahu kan?”
“Sumpah ga ada neng. Tenang aja. Sekarang mana duit yg neng janjikan” Denis terdiam sejenak.

Dia memang menjanjkan sejumlah uang kepada pesuruh sekolahnya ini untuk “jasa’ yg telah dilakukan Mang Jaka. Tapi terus terang dia tdk menygka Mang Jaka akan berhasil. Denis sebenarnya orang yg berada. Uang jajannya terbilang banyak. Orangtuanya selalu memberikan uang jajan setiap bulan (bukan perhari seperti siswa lain), dengan jumlah yg cukup banyak untuk ukuran anak SMA.
Hal itu dimaksud agar Denis jadi disiplin dan bisa me-manage duit sendiri. Tapi sayang, gaya hidup Denis sangat glamor, suka hura-hura. Dia memang dikenal cukup gaul, modis karena badannya memang bagus dan wajahnyapun cantik. Butuh biaya yg tdk sedikit untuk mendapatkan semua itu, maka maka tak heran baru pertengahan bulan seperti ini dia sudah kehabisan uang. Kalau sudah begitu maka jangan harap ortunya yg disiplin dalam hal keuangan itu akan memberikan uang jajan tambahan.
“Mana duitnya neng? Mau mabok-mabokan dulu nih. Hehehe…” pinta Mang Jaka.
“eh..gini mang…anu…..” kata Denis terbata-bata.
“Apa? Jangan bilang ga ada duit?”
“Bukan begitu. Jadi gini. Duit Denis lagi ga ada sekarang. Habis kepake. Gimana kalo saya bayar bulan depan?”
“Ya elah neng. Tahu gitu ga mau deh mamang ambil resiko kayak gini”
“Maaf deh mang…Bulan depan ya…beneran ini uang jajan saya sudah habis nih” kata Denis memelas.
“Masa utang. Kalo gitu ga jadi deh. Cape-cape saya nyolong ini” kata Mang Jaka sambil berdiri dan siap-siap keluar dari kamar.

Denis lalu memutar otak dengan cepat. Dia ga boleh membiarkan Mang Jaka pergi membawa “barang” itu. Karena itu sangat penting baginya. Menygkut masa depannya. Maka dia bertekad akan melakukan apapun asal dia mendapatkannya. Agaknya terpaksa ia harus memakai cara terakhir, maka dia lalu berdiri dan memanggil Mang Jaka yg sudah di pintu kamarnya.
“Mang…..” panggil Denis pelan, suaranya dibuat sesexy mungkin. Mang Jaka menoleh ke belakang. ———-
“Apa lagi? Pokoknya ada uang ada barang.” katanya.
“Jangan gitu dong mang. Lagi ga ada uang. Gimana kalo barang diganti barang?”
“emang pasar loak bisa barang diganti barang”
“Aku yakin barang yg ini mamang suka deh” kata Denis menggoda.
“Barang apaan?”
“Mamang duduk dulu deh di ranjang ini” kata Denis, dia lalu berjalan ke pintu kamar.
“Hei.. neng mau kemana?” Denis diam saja, pintu kamarnya itu dikuncinya lalu kembali ke arah Mang Jaka yg duduk bengong tak mengerti.

Denis sekarang berhadapan dengan Jaka. Perlahan-lahan dibukanya kaos tanpa lengennya di hadapan pria tua itu sehingga sehingga BH-nya yg warna pink dan perutnya yg mulus dan putih telah terlihat oleh Mang Jaka. Kontan Mang Jaka melotot dan kaget dengan perlakuan gadis itu. Matanya makin melotot saat Denis juga melepaskan BH-nya, sehingga kini kedua payudaranyas terbuka lebar-lebar dan pria itu bisa melihatnya dengan bebasnya.
“Barang yg ini loh yg saya maksud” kata Denis dengan genit memamerkan dadanya.
Memang payudara Denis betul-betul indah menggoda. Keduanya begitu menantang untuk diraba-raba dan diremas-remas. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak segar menantang untuk dikulum. Mang Jaka masih bengong tak tahu berbuat apa atas perlakukan nekat Denis.
“Mang, bagaimana kalo duit yg saya janjikan diganti dengan tubuh saya? Mang Jaka boleh menikmati tubuh saya sampai mamang puas. Tapi mamang serahkan barang itu” bujuk Denis.
Lalu tangannya menggapai tangan Mang Jaka yg berotot. Tangan Mang Jaka yg masih terbengong lalu ditempelkannya di payudaranya. Tangan kekar dan kasar itu tepat memenuhi payudara Denis. Tangan Mang Jaka agak basah berkeringat. Tapi tiba-tiba tangan itu meremas payudara Denis dengan lembut.
“Aaahh…gitu…terus… Mang..” desah Denis manja.
“Denis… tetek kamu indah sekali.. bening banget… kenyal lagi…”.
“Asal mamang mau kasih barang itu, mamang boleh kok menikmtinya sampai puas”
“Benar nih??” tanya penjaga sekolah itu seolah-olah tak percaya.
“Benar Mang” kata Denis dengan mengarahkan kepala Mang Jaka ke payudaranya.

A Mang Jaka yg sudah terangsang mulai mencium payudara Denis, dicium, dijilat, dikenyot, dihisap dan digigit putingnya yg berwarna kemerahan.
“Mang.. aaahhh.. aahhh en… enak.. Mang..”
“Iya… neng… pentilnya… manis nih”
“Ayo mang nikmatin sepuasmu…ahhhh……” desah Denis.

Sementara payudara Denis sedang dilahap oleh mulut Mang Jaka, tangannya mulai merambah ke paha gadis itu, dirabanya sebentar paha mulus itu lalu diturunkannya hotpants Denis ke lantai. Kini Denis berdiri di kamar itu dengan setengah telanjang di hadapan penjaga sekolah itu dengan hanya memakai celana dalam saja. Sungguh pemandangan yg menggairahkan. Dibantu oleh Denis, Mang Jaka kemudian meraih celana dalam Denis dan ditarik ke bawah hingga kaki, otomatis memeknya yg ranum terpampang jelas dan menyerbakan aroma harum di kamar itu.
“Neng Denis…bau apa ini…wangi sekali…”
“Bau ini Mang…kan Denis baru mandi.” jawab Denis menunjuk ke kelaminnya
“Waaaww… pasti rasanya.. enak.. juga.. ya..”
“Kalau Mang Jaka mau… mencoba.. boleh.. kok.. sodok aja sama ****** Mang Jaka.. yg mulai gede…” Denis melihat batang kemaluan Mang Jaka sudah mulai mendesak dari balik celana yg dikenakannya.

Tubuh Denis lalu dibaringkan di tempat tidur. Mang Jaka melotot melihat tubuhnya yg sudah telanjang bulat, matanya terus menatap ke arah memek Denis. Nafasnya berubah menjadi semakin liar. Saat itu benar-benar Denis tambah begitu sexy dan merangsang mata laki-laki ygmemandangnya. Tubuhnya yg mulus, putih dan kencang itu terpampang di atas ranjang hingga membuat darah menggelegak.
“Neng Denis, ka.. kamu… hgeehh… memek….bagus….sekali…. ka.. kamu… mau.. ya…”
“Iya… Mang. selesaikan aja sekarang. Habis itu berikan barangnya ya”. Benar-benar Denis telah menyerahkan seluruh tubuhnya kepada Jaka demi barang yg belum tahu apa.

Lalu Mang Jaka berlutut di depan gadis itu, kepalanya diarahkan ke memekanya. Denis menahan nafas menantikan perlakuan penjaga sekolahnya.
“Ooooh. OOHHHHH. Aduuhh. Enaak!!!” Mang Jaka menyapukan lidahnya pada bibir kemaluannya.
Lidahnya semakin liar saja, kini lidah itu memasuki liang memeknya dan bertemu dengan klitorisnya. Badan Denis bergetar seperti tersengat listrik dengan mata merem-melek. Gadis yg sudah terangsang berat itu mengelus-elus kepala Mang Jaka seraya membuka pahanya lebih lebar, kepalanya menengadah menatap langit-langit kamar. Mang Jaka nampaknya sudah pengalaman menaklukan wanita, dengan jarinya dia buka memek Denis sehingga lidahnya dapat menelusuri lebih ke dalam. Selain dengan lidah, Jaka juga mengerjai liang memek gadis itu dengan jari-jarinya, jadi sambil menjilat jarinya juga aktif mengorek-ngorek liang itu sehingga area itu semakin berlendir.
“Oohhh…enak banget. Hebat banget sih jilat-jilatnya….ohhh…ohhhh….” desah Denis.
Denis, anak kelas 2 SMU yg cakep dan populer itu, yg jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu, kini dibuat jadi tak berkutik dan mendesah-desah makin tak keruan oleh pesuruh sekolahan itu. Apalagi sekarang kedua tangan Mang Jaka meraih ke atas menggenggam dan meremas-remas masing-masing satu payudara Denis.
“Oooh. AAAHHHHHH. AAAAHHHHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH.” Jilatan Mang Jaka itu benar-benar ampuh.
Sampai-sampai membuat Denis, cewek bermata indah itu, sekarang jadi basah kuyup memeknya dibuatnya. Wajah Mang Jaka pun jadi ikutan basah pula kena tetesan cairan dari memeknya. Namun dengan liar ia terus menjilati memek basah Denis sehingga jadi makin kuyup aja. Mang Jaka semakin memegang kendali permainan sampai akhirnya kini Denis benar-benar pasrah dan mengikuti saja seluruh permainan Mang Jaka. Hal ini menunjukkan bahwa Mang Jaka jauh lebih berpengalaman dibanding Denis. Kini Mang Jaka mengeluarkan kepalanya dari himpitan paha Denis. Hal itu membuat Denis merasa tanggung dan mau marah. Tapi dia sadar jutru dia harus bisa memuaskan lawan mainnya ini demi “perjanjian” tadi.
“Ayuk, sekarang neng duduk ya,” kata Mang Jaka sambil menyuruh Denis duduk setengah tiduran di ranjang.
Sementara ia melepaskan seluruh pakaian yg melekat di tubuhnya. Nampaknya Mang Jaka ingin Denis melihat k0ntolnya yg akan dikeluarkan.
“Neng Denis pasti belum pernah lihat ****** orang kampung kayak punya mamang. Sekarang mamang kasih lihat. Gratis. Hehehe..” Kemudian Mang Jaka membuka resulting celananya dan menurunkan celana dalamnya sekaligus sehingga menyembullah k0ntol yg sudah mengeras itu di depan wajah Denis.
K0ntol itu besar dan panjang dengan batang yg hitam dan ujungnya yg bersunat berbentuk helm tentara, membuat Denis terkesiap karena panjangnya. Ini merupakan k0ntol terbesar yg pernah dilihat langusng olehnya. Beda dengan punya pacarnya. Walau merasa ngeri saat membayangkan k0ntol itu bakal mengoyak memeknya, tapi Denis tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Maka tanpa diminta diapun mulai mendekati k0ntol itu lalu mengelusnya. Tubuh Mang Jaka bergetar saat Denis mulai meraih k0ntol itu dan mengocoknya pelan.
“Tangannya halus..enak…” desah Mang Jaka.
Pelan-pelan, Denis memajukan wajahnya, dia melanjutkan kocokannya sambil menyapukan lidahnya pada kepala k0ntol itu, sehingga Mang Jaka mendesah merasakan belaian lidah Denis pada k0ntolnya serta kehangatan yg diberikan oleh ludah dan mulutnya. Setelah belasan tahun yg lalu lamanya menduda Mang Jaka kembali menikmati kehangatan tubuh wanita. Wanita muda dan cantik lagi. Dia sungguh sangat terangsang. Denis sendiri walaupun merasa jijik dan kotor, tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya.
“enaknya!!!” lenguh Mang Jaka Denis terus memaju-mundurkan kepalanya sambil mengulum k0ntol itu, tangannya juga ikut bekerja mengocok batangnya atau memijat buah pelirnya.
Pria setengah baya itu merasa semakin keenakan sehingga tanpa sadar ia menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga k0ntolnya menyodoki mulut Denis seolah menyetubuhinya. Kini Denis berhenti memaju-mundurkan kepalanya dan hanya pasrah membiarkan mulutnya disenggamai penjaga sekolah itu itu, kepalanya dipegangi sehingga tdk bisa melepaskan diri.
“Uuhhh…gitu , enak…mmmm !” gumamnya sambil memegangi kepala Denis dan memaju-mundurkan pinggulnya.
Denis merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Mang Jaka yg berbulu lebat itu, k0ntol di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya.
“Ohhh…Neng Denis, terus…terus!” desahnya sambil membelai rambut gadis itu.
Saking enaknya, pertahanan Mang Jaka langsung jebol dalam waktu kurang dari 5 menit. Wajahnya menegang dan cengkeramannya pada pundak gadis itu makin mengeras. Denis yg menyadari lawan mainnya akan segera keluar mempergencar serangannya, kepalanya maju mundur makin cepat dan crot…crot…sperma Mang Jaka menyemprot dalam mulutnya. Dengan lihainya Denis menelan dan menyedot cairan kental itu tanpa ada yg menetes dari mulutnya. Sungguh kenikmatan oral terdahsyat yg dialami Mang Jaka sehingga membuatnya melenguh tak karuan.
“Uoohh…sedot terus neng…ajibb…jibb…jibbh!!” Denis melakukan cleaning servicenya dengan sempurna, seluruh batang itu dia bersihkan dari sisa-sisa sperma.
Setelah mulutnya lepas tak terlihat sedikitpun cairan putih itu menetes dari mulutnya. Sungguh teknik yg sempurna, demikian pikir Mang Jaka. Denis kemudia tersenyum genit kearah Penjaga sekolahnya itu.
“Neng memang gadis nakal ya, Denis”. katanya
“Asal Mamang mau bantu Denis, apapaun saya lakukan buat Mang Jaka”. Sahut Denis dengan masih terseyum menggoda.

Mang Jaka lalu memanggil Denis untuk duduk di pangkuannnya. Posisi mereka sekarang saling menghadap dimana Mang Jaka masih duduk di ranjang dan Denis diatasnya. cerita sex
Tanpa malu-malu Denis menuruti keinginan penjaga sekolahnya itu. Bahkan tanpa sungkan dia mencium bibir Mang Jaka. Sambil berciuman tangan Mang Jaka kembali meremas bagian-bagian sensitif tubuh gadis mungil itu. Sekarang penjaga sekolah bejat itu menyusu dari payudaranya. Pipi pria itu sampai kempot menyedot puting Denis, sepertinya dia sangat gemas dengan payudara Denis yg putih montok dengan puting kemerahan itu.
Denis senang-senang saja payudaranya dikenyot. Dia sendiri nampak mendesah nikmat dengan kepala menengadah dan mata terpejam. Dengan nakal dia ikut meremas-remas batang Mang Jaka yg masih lemas. Perlahan-lahan nafsu gadis itu mulai naik lagi. Begitu juga dengan Mang Jaka. Dalam tempo singkat k0ntolnya sudah kembali bangun. “Masukin ya pak. Denis sudah ga tahan nih’. kata Denis yg diiyakan Mang Jaka.
Denis lalu mengakat pantatnya dan mengarahkan memeknya ke k0ntol yg sudah menegang maksimal itu. inilah kali pertama Denis akan merasakan k0ntol terbesar yg akan memasuki lubang memeknya yg sempit. Walau sedikit ngeri, tapi nafsunya mengalahkan semuanya. Beberapa kali kepala k0ntol itu terpeleset dan gagal masuk ke celah memek Denis.
“Susah banget sih mang. Punya mamang gede sih”
“Sini mamang bantu” Mang Jaka lalu membantu dengan mengarahkan k0ntolnya ke memek gadis itu.

Denis mengigit bibirnya merasakan sedikit perih saat ujung kepala k0ntol Penjaga sekolahnya itu masuk. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam miliknya.
“Pelan-pelan mang. Sakit….”
“Iya neng. Memeknya kesempitan sih” Denis merintih menahan nyeri saat k0ntol besar itu menyeruak perlahan ke dalam kemaluannya yg sempit, demikian juga Mang Jaka meringis menahan nikmat merasakan k0ntolnya tergesek dinding memek gadis itu.

Dengan beberapa kali gerakan tarik dorong yg keras maupun lembut, k0ntol itu akhirnya terbenam setengahnya ke dalam memek Denis. Itupun Denis sudah merasa penuh sekali. K0ntol itu terasa sangat sesak di liang memeknya, ini memang bukan pertama kalinya bagi Denis, namun k0ntol mantan pacarnya Johan tdklah sebesar milik Mang Jaka. Dan ketika dengan kasar Mang Jaka tiba-tiba menekankan batangnya seluruhnya hingga amblas. Denis tak kuasa menahan diri untuk tdk memekik. Perasaan luar biasa bercampur pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik.
“ahh……….mang……ohhhhhhh…….sakit……..” Denis melolong dengan panjang.
“Oohh…enak banget Neng, sempit, legit, padahal udah gak perawan…!” katanya sambil menggoyangkan pinggulnya pelan-pelan kemudian makin lama makin cepat.

Denis sungguh tak kuasa untuk tdk merintih setiap dia menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding dalam liang memeknya sungguh membuatnya seperti terbang tinggi. Mereka bersetubuh dengan gaya woman on top.
“Oh, Denis…… memekmu…bener-bener masih seret, ohh..ohhh !” puji Mang Jaka ditengah genjotannya.
Denis hanya hanya memejamkan mata sambil mendesah. Dia sudah mulai bisa menikmati k0ntol Mang Jaka di liangnya. Bahkan dia sekarang mulai ikut menggoyang-goyangkan pantatnya di atas k0ntol hitam itu.
“Oh, mang….ohhhh…ohhhhhh…..e..nak……” desah Denis.
Dia memacu dan menggoyangkan pinggulnya pada pangkuan Mang Jaka dengan penuh semangat. Ketika memandang ke depan, dilihatnya wajah orang tua itu sedang menatapnya dengan takjub, segaris senyum terlihat pada bibirnya, senyum kenikmatan karena telah berhasil menikmati gadis terpopuler di sekolah ini.
“Kamu benar-benar cantik neng. teteknya juga bagus”. ujarnya.
Dengan posisi demikian, Mang Jaka dapat mengenyot payudara Denis sambil menikmati goyangan pinggulnya. Kedua tangannya meraih sepasang gunung kembar itu, mulutnya lalu mencium dan mengisap putingnya secara bergantian. Remasan dan gigitannya yg terkadang kasar menyebabkan Denis makin melayg, dia makin lama makin cepat mengoyangkan pinggulnya diatas tubuh Mang Jaka. Di ambang klimaks, tanpa sadar Denis memeluk Mang Jaka dan dibalas dengan pagutan di mulutnya. Mereka berpagutan sampai Denis mendesis panjang dengan tubuh mengejang.
‘Oh..mang….Denis ….mau ke….lu….ar….rrrrr” Jerit Denis.
Sekitar 2 menit kemudian, tubuh Denis meliung keras, menjerit menahan desah, saat berhasil mencapai orgasme, matanya membeliak dan tubuhnya berkelejotan. Mang Jaka masih erus mengenjot hingga orgasmena makin panjang. Memek Denis berdenyut kencang seolah menghisap k0ntol Mang Jaka dan mencengkeram k0ntol itu keras sekali. Meski begitu, entah apa yg menjadi doping Mang Jaka, k0ntol penjaga sekolah itu tetap saja berdiri tegak seperti tongkat baja yg tdk bisa lemas. K0ntol itu terus menyodok memek Denis meski gadis cantik itu sudah kepayahan.
Mang Jaka lalu mendekap tubuh telanjang Denis, lalu masih dengan kemaluan yg menyatu, mereka lalu berlutut di lantai. Mang Jaka kemudian menunggingkan pantat Denis, memaksa gadis cantik itu berposisi merangkak dengan bertumpu pada lutut dan siku. Dengan posisi pantat Denis yg menungging lebih tinggi dari kepala, Mang Jaka makin leluasa menggagahi wanita cantik itu. Dia melebarkan kedua kaki Denis, membuat memek wanita itu kembali membuka. Segera saja k0ntol Mang Jaka kembali menggenjot memek gadis seksi itu secara brutal.
“Ahhkh… aahh… oohh…” Denis merintih-rintih lirih merasakan memeknya kembali digenjot oleh k0ntol Mang Jaka.
Tubuhnya kian lemas mengalami percintaan yg begitu lama. Lenguhan dan erangan Denis akhirnya lenyap sama sekali dan hanya menyisakan rintihan-rintihan tak berdaya. Tubuh mulusnya yg telanjang bulat tersentak maju mundur dengan pasrah mengikuti sodokan k0ntol Mang Jaka pada memeknya. Tubuhnya benar-benar terasa letih dan lemas. Meski begitu gelombang orgasme terus-menerus menghajar tubuhnya, membuat Denis hanya bisa menggeliat lemah dan menggigit bibir merasakan kenikmatan yg sekaligus sangat menyakitkan.
“enak sekali memek neng Denis…beruntung sekali mamang…ha…ha….” Jerit Mang Jaka bagai kesetanan.
K0ntol Mang Jaka dengan kasar menyodok-nyodok memeknya berulang-ulang. Cairan memek Denis yg membludak seolah berbuih melicinkan gesekan k0ntol Mang Jaka pada dinding memeknya. Sebagian cairan memek itu mengalir membasahi paha Denis sebelah dalam.
Mang Jaka kian ganas mengenjot Denis. dengan tangan terus-menerus meremas-remas pantat Denis, k0ntol Mang Jaka menyodok memek anak 17 tahun yg cantik itu dengan gerakan tdk teratur, kadang cepat kadang pelan, membuat Denis kian tersiksa oleh kenikmatan yg kembali mendera tubuhnya. Kadang-kadang saking terangsangnya, Denis menggoyangkan pantatnya sendiri maju mundur untuk mempercepat sodokan k0ntol Mang Jaka pada memeknya. Mang Jaka tertawa senang di tengah dengus kenikmatannya menyaksikan Denis yg menggoyangkan pantatnya sendiri.
“He he he.. Oke juga nih neng..” Mang Jaka tertawa.
“Ayo, goyang terus… Ayo.. terus…” Mang Jaka menyemangati.

Dia lalu menghentikan sodokan k0ntolnya sama sekali, untuk mengetahui reaksi Denis. Secara reflek Denis langsung menggerakkan pantatnya lebih kuat dan lebih cepat. Orgasme berkali-kali telah membuat Denis kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. yg dia inginkan sekarang hanyalah bagaimana meraih kenikmatan seksual sebanyak mungkin. Karena itulah Denis terus menerus menggoyangkan pantatnya membuat memeknya tetap terpompa oleh k0ntol Mang Jaka. Sementara itu Mang Jaka juga mengimbangi gerakan pantat Denis yg kian liar. Mang Jaka memegangi pinggul Denis lalu menarik pinggul yg bulat itu maju mundur mempercepat goyangan pantat Denis.
“Ayo.. terus.. goyang terus..” Mang Jaka menyemangati Denis yg makin liar, sementara tangannya terus meremasi pantat Denis yg montok dengan penuh kegemasan.
Denis kian tak tahan menerima sodokan k0ntol Mang Jaka. Perlakuan Mang Jaka yg brutal ternyata justru membuat orgasme Denis lebih cepat meninggi. Denis merasakan gelombang orgasme kembali meregangkan syaraf seksualnya mencoba menembus pertahanannya.
“Udah dulu mang, cape…”
“Tapi Mamang belum cape neng…kalau mau udahan silakan tapi perjanjian kita batal” ancamnya.
“Ok..ok lanjutin ajah mang” Kat Denis tak punya pilihan, Merasa belum terpuaskan dengan posisi doggy style yg dipraktekkannya, Mang Jaka memaksa Denis kembali menelentang di lantai, lalu direntangkannya kedua tangan Denis ke samping dan dipeganginya pergelangan tangan wanita itu erat-erat.

Kemudian kembali k0ntol Mang Jaka menyodok-nyodok memek Denis. Denis tdk bisa bergerak dengan posisi seperti itu. Tubuh Mang Jaka yg besar menindih tubuh putih mulus Denis dengan ketat. Sodokan k0ntol Mang Jaka menggenjot memek Denis dengan begitu kasar membuat pantat Denis sampai terbanting-banting keras di lantai marmer yg dingin. Denis yg sudah tdk punya tenaga lagi hanya bisa pasrah dan berharap ini cepat berakhir. Meski begitu Denis harus menunggu cukup lama untuk itu. Selang sepuluh menitan Mang Jaka menggenjotkan k0ntolnya, tubuh Denis kembali menggeliat dan mengejang, hanya kali ini terlalu lemah.
“Ohh… aahh…” Denis mengerang lirih dengan tubuh mengejang dan gemetar.
Dari memeknya yg kembali berdenyut keras, Mang Jaka segera tahu kalau gadis cantik yg sedang digagahinya itu kembali mengalami orgasme. Memek Denis mencengkeram k0ntol Mang Jaka dengan kuat seolah hendak membetot k0ntol itu sampai lepas.
“Udah dulu mang….aduh capek…istirahat dulu….” Desah Denis.
Kali inin Mang Jaka menurut saja. Dia juga mau mengistirahtkan k0ntolnya yg dari tadi `bekerja keras`. Dia lalu membopong Denis. Direbahkannya gadis itu di atas ranjang. Denis telentang dengan lemasnya. Entah sudah berapa kali dia orgame. Tapi dia tahu ini belum selesai. Denis menerima minuman yg diberikan Mang Jaka. Kerongkongannya yg tadinya kering kembali terisi. Mang Jaka juga membantu Denis mengurangi lemasnya dengan memijat-mijat gadis itu. Pukul 17.40
“Terima kasih neng. Ini baru bayaran yg sepadan”
“Ya udah. Sekarang mana “barang” nya. Saya butuh banget” sahut Denis
“Tuh ambil!” Mang Jaka mengeluarkan lembaran itu dari saku celananya pada Denis.

Denis tersenyum lalu ia buru-buru menyalin semua yg dalam kertas pada sebuah catatan kecil. Lima belas menit kemudian Mang Jaka pun meninggalkan rumah Denis dengan penuh kepuasan.
Keesokan harinya Pukul 13.40 Sekolah sudah lenggang setelah bubaran jam 13.15 tadi, tdk ada kegiatan ekskul karena ini adalah minggu ujian. Di sebuah toilet di tingkat 3 yg jarang dilewati orang terdengar sayup-sayup suara desahan dari dalam.
“Aaah…iyahhh Mang, lebih keras dikit…ahhh….aahhhh!!!” erang Denis yg bersandar pada tembok dan menerima hujaman k0ntol Mang Jaka pada memeknya.
Seluruh kancing seragam gadis itu telah terbuka dan cup bra nya telah terangkat ke atas, demikian juga celana dalamnya telah tergeletak di lantai dan roknya terangkat hingga pinggang.
Crettt….crettt…beberapa kali semprotan sperma Bang Jaka mendarat di buah pantatnya yg sekal. Kedua insan itu baru saja mencapai puncak kenikmatan bersama di toilet itu.
“hihihi…untung ada Mang Jaka jadi tadi ujiannya lancar!” kata Denis agak lemas sambil mulai mengancingkan kembali kemejanya.
“Pokoknya kalau Neng butuh bantuan sih cari aja Jaka bin Abdul Aziz, dijamin tokcer…asal imbalannya juga asyik punya dong hehhee!” kelakarnya genit sambil membelai pantat Denis.

Ya…lembaran yg sejak kemarin sangat diinginkan Denis itu tak lain adalah kunci jawaban pilihan ganda untuk UTS IPA hari ini. Denis memang terbilang agak kurang dalam bidang studi satu ini, terutama kimia yg membuatnya sangat frustasi. Dengan kunci jawaban hasil curian Bang Jaka kemarin ia dapat mengerjakan ujian tadi dengan lancar, tentunya tdk semuanya dijawab sama persis seperti di kunci demi menghindari kecurigaan para guru. Sebagai harganya ia harus merelakan tubuhnya dinikmati oleh si penjaga sekolah tua itu.
“Udah ya Mang, saya pulang dulu…inget di luar jangan macem-macem loh, gak enak kalau diliat orang!” Denis mewanti-wanti pria itu setelah membenahi diri dan hendak keluar dari toilet itu.
“Tenang neng…tenang, Mamang juga bisa dipecat atuh kalau ketahuan gitu hehehe” jawab Mang Jaka terkekeh-kekeh.

Sampai di tempat parkir, Denis tampak bingung mencari-cari sesuatu di saku bajunya hingga tasnya.
“Ininya ketinggalan Neng?” tanya sebuah suara dari belakang yg mengejutkannya.
“Duh Mang, ngagetin aja, makasih ya, kayanya jatuh di atas tadi” Denis pun menerima kunci mobilnya dari tangan Mang Jaka lalu menekan remotenya hingga pintu tdk terkunci.

Denis masuk ke jok kemudi, tapi sebelum ia sempat menutup pintu mobil, tiba-tiba Mang Jaka menahannya dan merangsek ke dalam menindih tubuh gadis itu.
“Mang…apa-apaan ini…aahhh…jangan! Aahhh!!” erang Denis terkejut.
Selanjutnya pintu mobil tertutup dan mobil itu sedikit bergoyang-goyang, Mang Jaka nampaknya tdk puas-puasnya menikmati kehangatan tubuh si bunga sekolah itu.

No comments:

Post a Comment