Agen Judi Online Terpercaya | Tak lama Bimo agak menggerakkan duduknya, biasa ganti posisi, nggak nyaman dengan celana yang sesak, saat kepalanya agak menoleh…..astaga…mama Maya…gawat deh….tengsin. Mamanya hanya melihat Bimo dengan wajah datar, tanpa komentar. Bimo segera melepas earphonenya, segera dengan panik mengklik tanda x untuk menutup player. Lalu dengan muka menyesal ia segera bicara…
”Ma…a…anu maaf….aduh….pokoknya maafin Bimo ma, Bimo bisa jelasin…”
”Jelasin apa Bim..? kamu itu ngapain nonton film kayak begitu…?”
”A…anu ma, namanya juga anak lelaki…ingin tahu…”
”Oh gitu…ingin tahu, terus kalau sudah tahu…ingin apa lagi…? Ingin ngerasain…?”
”Ya…ng…nggak lah ma.”
Maya diam sejenak, nampak berpikir sedang bergelut dengan pertentangannya.
”Bim…kamu malam minggu gini memangnya nggak ada kerjaan lain apa, selain nonton gituan…”
”Ya…ada sih ma, Cuma sekarang lagi malas main game atau internet…”
”Ah…internet ya. Mama juga lupa, mau buka situs jorok…? situs yang isinya wanita usia 30an lebih, yang teteknya besar, terus juga baca cerita jorok yang isinya obsesi terhadap mamanya, ibunya, tantenya, begitu kan…?”
”Lho…lho kok…”
Bimo seperti kucing kebakaran jenggot, kok mama Maya bisa nembak dia secara tepat. Belum heran keterkejutannya mamanya mulai berbicara lagi, lebih mengejutkannya…”
”Bim…yang jujur ya…kamu sering mengkhayalkan mama kan…?”
”Eng…eh…duh…i…iya.”
”Nah…daripada kamu berkhayal, sekarang kamu wujudkan deh.”
”HAH…?A..apaan ma…?”
”Iya…kamu nggak mau mewujudkan khayalanmu ? Kalau mau, ayo, mama kasih kesempatan.”
Masih heran juga tak percaya Bimo dengan ragu – ragu mendekat, tak menyangkalah dia, Bimo sendiri sebenarnya sudah siap kalau mama Maya memakinya saat ketahuan nonton film tadi, tapi kok malah jadi begini. Ia mendekat Maya yang sedang duduk…
”Kamu pasti sering membayangkan ini kan…?” Maya menunjuk teteknya. Bimo hanya diam.
”Mama tahu kok, film yang kamu tonton juga sama, wanitanya bertetek besar. Lho kok diam, kamu nggak mau merasakannya…?”
Bimo diam saja, Maya memegang tangan Bimo, mengarahkannya ke teteknya. Tangan Bimo agak gemetar saat menyentuhnya. Jauh…jauh lebih besar daripada tetek si Astri. Awalnya Bimo hanya memegang dan meremas dengan takut – takut, namun saat dilihatnya Maya hanya diam saja, percaya dirinya mulai timbul, remasannya makin kuat dan lebih berani.
Maya mulai memejamkan matanya seekali, mulai merasakan rasa nikmat mengaliri tubuhnya. Kini Bimo bahkan sudah berani menggunakan kedua tangannya. Terasa pentil mamanya yang besar dibalik dasternya itu. Penisnya….. Seingat Bimo belum pernah sekeras ini
Lagi asik meremas, mama Maya menyuruhnya berhenti dan menyuruh Bimo membuka bajunya…semuanya kata mama Maya. Bimo menurut saja. Saat ia sudah telanjang mata Maya menatap penis Bimo dengan kagum….sedikit lebih panjang dari Dedi, tapi tak gemuk.
Nah Bimo sudah membuka bajunya, biar adil maka Maya segera berdiri, sementara Bimo duduk di tepi tempat tidur. Maya mulai menarik dasternya, CD hitamnya terlihat oleh Bimo, perutnya dan tetek besar yang menggelantung indah itu, yang pentilnya mengacung sempurna….lalu saat mamanya mengangkat tangan membuka dasternya, Bimo melihat rimbunan bulu keteknya yang lebat…astaga….Bimo terangsang sekali. Astri tak mempunyai bulu ketek, namun saat ia melihat bulu ketek Maya, sungguh nafsu Bimo naik sampai ke ubun – ubun….gila. Kini Maya hanya memakai CD Hitamnya.
Dan terlalu indah rasanya untuk Bimo bayangkan….mama Maya mendekat ke arahnya yang sedang duduk di tepi ranjang, mamanya berjongkok di hadapannya, tangannya….oh tangan halus mama Maya mulai menggenggam penisnya….membelainya dengan enak, memainkan bijinya, mengocoknya perlahan….lalu…astaga lidahnya mulai menjilati kepala penisnya…….ya ampun…kalau ini mimpi, tolong jangan biarkan aku bangun….tapi ini bukan mimpi.
Bimo merasakan lidah mamanya mulai menjelajahi batang penisnya memberikan sensasi kenikmatan pada titik – titik sensitifnya, dan mulut seksi itu mulai menelan penisnya, mengulum dan menghisapnya….emutannya sangat kuat dan menggairahkan. Bimo mendesah lemah….Maya mendongak sesaat matanya bertemu mata Bimo….Bimo makin bergairah. Benar – benar lewat si Astri pikir Bimo mengomentari hisapan maut milik mamanya. Apalagi saat bijinya dihisap dan diemut….oh….sensasinya terasa sampai ke sendi…gilaaaa…Bimo merem melek.
Oh apa lagi ini….mama Maya nampak makin mendekat, penis Bimo diletakkan di antara teteknya, sementara kedua tangannya mengepit dan ditangkupkan di pinggiran teteknya, membuat penis Bimo terjepit dengan manisnya di belahan tetek besarnya. Bimo sangat antusias, dia sering melihat adegan ini di film bokep, sayangnya tetek Astri tak memungkinkan untuk mencoba cara ini. Saking antusiasnya Bimo dengan lugunya berucap…
”Ma…tahu juga gaya ini ya…”
”Bimo..Bimo…, waktu kamu belum bisa jalan saja mama sudah kenal dan ngerti ngewek. Ya pahamlah kalau cuma gaya begini…”
Mau nggak mau Bimo nyengir juga menyadari keluguannya. Mamanya juga nyengir. Mama Maya mulai menggoyangkan tetek besarnya itu, mendepetkannya makin menjepit penis Bimo, saat tetek yang sebelah goyang ke atas, yang sebaliknya ke bawah, begitu terus bergantian, makin lama makin cepat….Aaahhh…Bimo mendesah, gila enak banget penisnya….dijepit tetek yang besar…tiada tara. Makin cepat saja Maya memainkannya, ketika ia melihat anaknya mendesah keenakkan. Bimo sampai kelojotan, mati – matian menahan diri….
Akhirnya Maya menyudahi acaranya memainkan penis Bimo. Ia berdiri, naik ke tempat tidur Bimo, berbaring. Bimo segera mendekat dan dengan tak sabaran mulai menyerbu teteknya….tangan remaja itu dengan ganas meremasi dengan kuat tetek besar milik mamanya yang sudah lama ia bayangkan. Keras dan kenyal. Mulutnya mulai menghisapi pentilnya yang mengacung itu, dijilati, digoyang – goyang dengan lidahnya, bergantian kiri dan kanan. Bimo lalu mengangkat tangan Maya,, penasaran…ia mulai menciumi keteknya yang hitam itu, aromanya sungguh harum dan memberikan sensasi sensual, dengan rakus ia mulai menciumi, menjilatinya…Maya menggelinjang kegelian.
Lalu pada akhirnya Bimo menurunkan tubuhnya, menatap selangkangan Maya. CD Hitamnya masih ia kenakan. Nampak tebal mengundang. Sedikit menampakkan jembut yang menyembul di pinggirannya. Jari Bimo mulai menggosok CD itu, perlahan lalu mulai cepat. Maya mulai merasakan nikmat, m3meknya mulai basah.
Bimo menarik pinggiran Cdnya yang menutupi m3meknya, seperti menyempitkannya, lalu menariknya ke atas, membuat CDnya terjepit di antara belahan m3meknya yang kini terlihat jelas. Bimo memandangi pinggiran dan permukaan belahan m3mek mamanya yang ditumbuhi jembut itu. Segera Bimo menurunkan CD hitam itu, ingin melihat lebih jelas. Terpesona memandang m3mek tebal itu. Di atasnya dengan jembut hitam yang lebat, belahan m3meknya sudah agak mekar, sedikit memperlihatkan isinya yang kemerahan
Bimo menunduk mendekatkan kepalanya….awalnya Maya merasa risih, dia memang mau melakukannya, maksudnya langsung saja, kalau Bimo harus memainkan m3meknya dia masih sungkan…tapi sudahlah…go ahead, toh aku juga tadi mainin penis anak ini. Bimo mulai mendekatkan mulutnya…aroma enak memenuhi rongga hidungnya.Mulutnya dengan lembut mulai menciumi jembut mamanya. Sesekali menjilatnya, agak basah jembut Maya kini. Lalu ia mulai menyapukan bibirnya naik turun pada belahan m3mek Maya.
Enak sekali…diciuminya dan dijilatinya seluruh permukaan m3mek itu, akhirnya fokus ke daging sebesar kacang yang menonjol itu, lidahnya mulai menjilati dengan ganas, memainkannya dengan semangat it1l tersebut….setelah agak lama jarinya disodokkan ke lobang m3mek mamanya. Lama ia bermain di bawah sana…Oh..No…Desis Maya….gila…Bimo….
”Awwww….Bimmmmmm….”
”Pinteeerr….kammuuuu…..Aiiihhhh……”
”Ogghhhhh…..Yessssss……….”
Maya mengejang…orgasme yang sudah agak lama ia jarang dapatkan. Bimo segera menghetikan kegiatannya, menaiki tubuhnya, menindih tubuh Maya, bersiap menyodoknya…
”Bim…kamu bandel juga ya….cara kamu….sudah pernah begituan ya…nakal kamu…”
”Iya…sama teman ma…itu juga pakai kondom…”
Ya…setelah sekarang dia dan mamanya sama – sama bugil, buat apa lagi Bimo sungkan atau berbohong..? Tak ada gunanya kan. Bimo mulai bersiap, tapi Maya kembali berkata…sedikit ironi…
”Yang…nanti keluarin di dalam saja…toh tak bakalan jadi.”
Bimo agak sedih jadinya, tapi hanya sesaat, Bimo mulai menurunkan pantatnya….blesss…mantap. Bimo diam sebentar…enak. jadi begini rasanya kalau tak pakai kondom…nyamannya pikir Bimo.Maya menatap Bimo yang lagi bengong sebentar menikmati moment emasnya, tak sabaran jadinya, segera menggoyangkan pantatnya…Bimo tersadar, mulai bergerak memompakan penisnya…keluar masuk dengan konstant dalam m3mek mamanya yang terasa masih sempit dan hangat itu. Setiap gerakannya terasa nikmat, penisnya seakan dibelai oleh cairan yang lembut dan sejuk.
Sementara tetap memompakan penisnya, mata Bimo memandang pada tetek besar mamanya yang selalu membuatnya terangsang itu, tetek itu nampak bergoyang, Bimo memepercepat sodokannya, tetek itu bergoyang makin cepat. Nafsuin bangeeet, Bimo segera menciumi tetek Maya dengan ganasnya. Sampai kegelian jadinya mamanya, mana hisapan Bimo sangat kuat pada pentilnya, Maya mendesah erotis sekali. M3meknya mulai terbiasa dan menikmati penis anaknya, makin merasakan nikmatnya setiap sodokan penisnya.
”AAAhhhh….Teruussss…..”
”Oooohh,,,,Ooohh……Yeesssss…”
”Ughh…..tekeeeenn Biiimmmm……”
Maya kembali mengejang dengan kuat, Bimo merasakan semburan hangat membasahi penisnya, orgasme milik mama Maya. Dengan sedikit tergesa Bimo mempercepat sodokannya, lalu mencabut penisnya. Ditariknya tangan mamanya.
Maya segera bangkit, Bimo membuat posisinya menungging, lalu Blesss…penis Bimo kembali menerobos m3meknya dari belakang. Bunyi pahanya beradu dengan Bimo yang sedang menyodoknya terdengar nyaring di kamar in, menambah tinggi birahi. Bimo dengan puas menyaksikan penisnya keluar masuk, sesekali ia meremas bongkahan pantat mamanya yang sangat montok itu. Dia terus menyodok tanpa kenal lelah.
Ditundukkan sedikit badannya, tangannya menjulur, meremasi tetek mamanya. Enak banget sambil nyodokin m3mek mamanya yang nungging, tangannya mainin tetek mamanya….makin nafsu saja Bimo, ia menyodok makin kuat dan cepat…Maya benar – benar kelojotan…dan kembali mendapatkan orgasme…ampun dashyat juga anak ini……sementara Bimo makin menggila saja, penisnya menyodok sekuat dan sedalam mungkin…plok….plok…ahhh…desahnya…akhirny a ia merasakan….crooot….croootttt…pejunya memancar dengan kuat dan banyak, membasahi m3mek mama Maya. Terdiam dia, badannya menempel pada punggung mamanya yang sedang nungging itu. Setelah diam agak lama ia mencabut penisnya yang masih keras.
Maya segera bangun, terasa peju yang mengalir di m3meknya. Baru saja ia mau membersihkannya, Bimo sudah menariknya lembut, membaringkannya agak miring, dan Bimo berbaring di sampingnya, tanpa banyak bicara mengangkat satu kaki Maya, lalu….ya ampun….langsung lagi ? Penis Bimo kembali menyodok m3meknya, dan Bimo mulai mencumbunya, Maya tanpa ragu membalas ciumannya, panas dan bergelora….Tangan anak itu kembali meremasi teteknya…Maya mendesah, tangannya merangkul kepala Bimo, memeperlihatkan keteknya yang lagi – lagi segera habis dilumat oleh Bimo.
Sodokan penisnya juga makin kuat, bahkan Maya merasakan penis Bimo makin membesar saja di dalam m3meknya yang sudah sangat basah itu. Gila…bisa jebol lagi nih…..Maya memandang ke arah bawah, menyaksikan penis milik naknya yang sedang menerobos keluar masuk m3meknya yang sudah memerah itu…gairahnya jadi terbakar…..Bimo benar – benar merasakan betpa nikmatnya m3mek mamanya ini, tak memperdulikan keringat yang mengalir, makin asik memompakan penisnya, terkadang desahan suara mamanya terdengar, sangat erotis dan merangsang di telinganya. Dan lagi….mamanya mendapatkan orgasme, mamanya memburu bibirnya, menciuminya dengan kuat, membuat Bimo kehilangan kontrol sesaat.
Bimo masih saja memompa, saat ia merasakan bijinya dimainkan dan diremas, gilaaaaa….enak banget makin menambah nikmatnya setiap sodokan yang ia lakukan….oooohhh…..akhirnya batas Bimo pun tiba, denyutan itu menandakannya….kembali ia mencium bibir mamanya…kali ini dengan hangat dan lembut….crooot…crooot….selesai. Lemas dan bahagia. Daerah selangkangan mereka berdua sudah basah dan lengket, cairan putih seperti busa nampak menempel di sekitar paha mereka. Bimo segera mencabut penisnya.
Maya terkulai lemas….ampun…kalau Bimo meladeninya seperti ini, hasratnya akan selalu terpenuhi, kalau memang harus begini jalannya, ya terjadilah. Tapi tetap aku harus menjaga wibawa Dedi di mata Bimo…
”Bim, rahasiakan ini dari papamu ya.”
”Iya ma. Ma, Bimo nggak tahu alasan mama membuat kita melakukan ini, tapi yang pasti Bimo senang dan setelah ini akan terus meminta mama, mana bisa berhenti lagi. Paling berhenti kalau ada papa.”
”Hehehe…nakal kamu, ingat, jangan nonton film kayak gitu terus, juga jangan buka situs jorok.”
”Kayaknya nggak deh…mana sempat lagi ? Kan nyodokin mama terus hehehe”
Dan dasar anak muda masih kuat, Cuma istirahat sebentar sudah nyodok lagi. Maya hanya bisa tersenyum saja. Dia dan si buah hati kini telah memasuki babak baru dalam kehidupan mereka.
Sebulan kemudian suaminya datang, setelah selesai urusan kerja sama bisnisnya. Dedi baru saja masuk. Bimo lagi di kamarnya. Maya menyambutnya seperti biasa, dan melihat wajah Maya juga senyumnya yang lepas, tahulah Dedi…dia sudah melakukannya. Dedi tersenyum saja. Itu sudah jalannya, biarlah Maya juga berhak meraih impiannya.
Kehidupan terus berjalan, akhirnya Teti hamil, kini sudah bulan ke 5, Dedi bagaikan di awang – awang, makin jarang datang aja ke Maya, tapi Maya tak pernah mengeluh lagi……Dan memang Maya tak butuh mengeluh lagi, buat apa…selalu ada Bimo anak kesayangannya, buah hatinya, juga pelepas dahaganya…
DAERAH BUGIL 17+ CROUTT CROUTTTT

No comments:
Post a Comment