“Ayo Ronald sayang, sini sini…” Ronald bergerak perlahan, mendekati Maya yg mempesona itu, buah dada montoknya itu bisa ia lihat langsung, puting coklat yg mengerucut itu membuatnya seraya haus. Ronald sudah tiba diatas tubuh mulus Maya,
“hehe, Ayo sayang, mau coba buah dada mama gak?” Ronald tak bisa mengungkapkan rasa dihatinya, segera ia menangkap buah dada montok milik ibu tirinya itu.
tangannya tanpa dipandu kini sudah asyik mengelus benda kenyal didada Maya itu, dielusnya dengan nikmat, lalu diremas seraya merasakan kenyal dan halusnya gundukan itu. Ronald tak kuasa berucap, lidahnya keluh, tenggorokannya kering seketika.
“aahn… hebat juga Ronald, sekalian kamu latihan, nanti kalau main sama pacar kamu biar siap, hehe… aahn” Ronald makin senang bermain buah dada montok itu, ia putar putar, ia tepuk tepuk dengan asyik.
Tak lama puting coklat milik Maya yg sudah mengeras itu tak bisa dibiarkan saja, Ronald menangkap puting Maya dengan jari jarinya, lalu diputar dan ditarik. Sungguh Ronald tak bisa mengira dirinya bisa melakukan hal itu.
“Aaahn…ouh”, “s…sakit ya ma?”,
“gak kok..ssh… enak banget malah…aahn” Maya lalu menarik kepala Ronald, dan didaratkan diatas buah dada ibu tiri itu.
Ronald bisa mencium wanginya tubuh ibu tirinya itu, juga merasakan kepalanya mendarat digundukan terkenyal yg
pernah ia rasakan. ia segera menjulurkan lidahnya, lalu mulai menjilati buah dada montok itu, tak lama puting keras Maya itu juga dijilati,
“Aaahn…wow… ayah kamu kalah deh Nal…oooh” Ronald kini sudah merasakan nikmatnya memilin puting perempuan, ia tarik tarik puting kiri Maya itu dengan mulutnya, sambil tangannya meremas buah dada kanan Maya.
Ronald memang sepertinya begitu menikmati, apalagi Maya, ibu tiri itu tampak heran juga, suaminya kalah hebat dengan anak SMA itu. Beberapa menit menikmati buah dada kenyal milik Maya, Ronald sadar k0ntolnya sudah berdenyut hebat bergerak diatas selangkangan Maya.
“Aaahn…hmmh… udah Nal…” Maya merobohkan Ronald, lalu perempuan itu membuka celana anak SMA itu, k0ntol tegaknya membuatnya melotot, langsung saja ibu tiri itu mengocok k0ntol tegak anak tirinya itu.
“wah, persis punya papamu, pasti rasanya sama…mmmhf” Ronald terbelalak seketika, saat Maya tiba tiba sudah mengulum k0ntolnya.
Mulut ibu tirinya itu bergerak naik turun, membuat rasa nikmat tersendiri pada k0ntolnya.
“mm..mm…mmm..wow.. mm…”,
“auh..oooh” Ronald tak kuasa menahan kenikmatan itu, saat ibu tirinya itu dengan cepat mengulum k0ntolnya tanpa jeda.
Beberapa menit kemudian, Croot croot croot Sperma menyembur masuk kedalam mulut Maya.
“mmh…oofgh…uuhuk uhuk..mmm” Maya memuntahkan sperma Ronald keluar kasur.
“m…maaf ma, aku gak kuat”,
“gak papa kok sayang, enak kok tadi, ayo lepas semua pakaian kamu” Ronald dan Maya segera melepas semua pakaian mereka. Maya lalu sudah tiduran menghadap keatas , membuat Ronald kembali menegakkan k0ntolnya itu.
“Sini Ronald sayang…” Ronald mendekat, lalu tangan anak SMA itu ditaruh diatas kedua paha Maya.
“sekarang, kamu harus ngapain Nal? hmm?” Maya dengan menggairahkan memandang Ronald.
Ronald yg terpesona melihat tubuh mulus ibu tirinya itu segera membuka lebar kedua paha Maya, lalu ia segera melihat lubang memek basah yg dihiasi bulu halus diatasnya.
“m…ma, udah basah…”,
“Jilatin ya Ronald…ooouh” Ronald dengan senang hati menuruti Maya, anak SMA itu mendekatkan kepalanya, dan mulutnya sudah mendarat dibibir memek Maya.
lidahnya sudah dijulurkan dan mulai menjilati pintu masuk kenikmatan itu.
“Aaahn..aahn…ouh…hmmh” Maya mendesah dengan asyik, tak salah ia memilih pasangan bercinta. “mm…slruup..mm…ah…mm..slruup” Ronald dengan asyik kini sudah menikmati isi dalam memek basah itu, cairan yg baru pertama ia nikmati itu sungguh membuatnya ketagihan.
Beberapa menit itu Ronald menikmati dinding basah memek ibu tirinya itu, pemilik lubang nikmat itu hanya bisa menikmati jilatan Ronald sambil meremas buah dadanya sendiri.
“Aahn…ooh…aaah!” Ronald merasa cairan mengalir dari dalam lubang itu, tanpa ragu segera ia minum habis, menghilangkan dahaganya.
“mmh! Sluuuurp…slruup… aaah” Setelah itu Ronald sangat puas, tinggal k0ntolnya yg masih berdenyut itu minta dipuaskan juga.
“oooh… asyik banget mainnya… ayo Ronald, puasin mama, masukin dong…” Ronald segera menurut.
Anak SMA itu menempelkan k0ntolnya dipintu kenikmatan, lalu setelah didorong dengan nikmat, segera k0ntolnya masuk sepenuhnya kedalam memek Maya. Kini resmi sudah Ronald menyetubuhi ibu tirinya sendiri.
“oooh… rasanya… enak ma…”,
“aaahn… iya Nal, gesekin… aku mau…aaahn” Ronald menggerakan k0ntolnya perlahan, anak SMA itu ingin menikmati sensasi ternikmat, yaitu menyodok memek basah.
sleeb sleeb, k0ntolnya bergerak maju mundur dengan nikmat, sambil dinding memek Maya menyelimuti k0ntol tegak Ronald. Tak pernah Ronald ingin merasakan menyetubuhi ibu tirinya itu, tapi kini, ia sudah memeluk Maya. Sambil menyodok memek longgar itu dengan nikmat, Ronald menjilati tubuh bagian atas milik Maya. Leher, wajah, dan buah dada Maya sudah asyik ia jilati, dengan setiap hentakan k0ntolnya kedalam memek ibu tirinya itu.
“aaahn…ooh …cup … puasin mama sayang…oooh!” Ronald kini memilih mempercepat sodokannya, ia kini menyetubuhi ibu tirinya dengan intens.
Setiap sodokan k0ntolnya diiringi goyangan menggairahkan buah dada montok Maya. Menit demi menti Ronald merasakan nikmatnya menyetubuhi Maya ibu tirinya yg montok dan menggairahkan itu.
“Aaahn…Ronald sayang…oooh…”,
“ooh… hmmh…uuh”.
Beberapa saat kemudian, Ronald sudah merasa ingin menyemburkan isi k0ntolnya.
“m..ma aku mau keluar”,
“aaahn… taruh sini k0ntol kamu…” Ronald mengeluarkan k0ntolnya dari memek Maya, lalu benda tegak itu diletakkan diantara kedua buah dada Maya.
Perempuan itu lalu merapatkan kedua buah dadanya menghimpit k0ntol tegak Ronald yg sudah mau meledak isinya. “Ronald, keluarin semuanya…oooh… aku mau semua… oooh!”
Beberapa gesekan digundukan nikmat itu, dan creeettt creett creeett, sperma menyembur kewajah dan buah dada Maya, mengakhiri persetubuhan itu.
“oooh, Ronald…” Maya memeluk Ronald dengan erat, setelah puas bersetubuh.
“M..ma, makasih…”,
“mama yg harusnya makasih… kamu hebat…”,
“iya, demi mama, apa aja deh…”,
“hehe… nanti malam lagi ya Nal”,
“aduh… jangan ma…”,
“ya udah, sekarang lagi kalau gitu…cup…mmm” Ronald kini dengan pelukan erat bersama Maya sudah bercumbu lagi.
Ronald harus menuruti kemauan ibu tirinya itu. Kini anak SMA itu dengan asyik menggantikan tugas ayahnya, menyetubuhi ibu tirinya itu.

No comments:
Post a Comment