Sunday, September 11, 2016

Cerita Dewasa Dengan Leli Si Gadis Jilbab

“Mau daftar ya Dek..? Kalo mau daftar di atas.” Dia kelihatan agak dewasa dari yang lainnya yang ada di sana.
Belakangan Leli tahu dia bernama Putra, tentor kelas IPA yang jg mengajarnya di kelas.

Tidak ganteng sih mas itu, namun rayuannya bikin Leli sangat tersanjung. Dan wibawa serta senyumannya sangat membikin Leli, yang lugu dan alim terkesima, apalagi saat mas Putra menjelaskan terlihat sekali kecerdasannya terpancar. Leli semakin kagum melihatnya.
Cerita sex terbaru, Dari hari ke hari mereka semakin akrab. Leli pun biasa diantarnya pulang, mereka pun sering ngobrol bersama tentang masalah mereka karena mereka jg sdh saling terbuka bahkan menyangkut cerita pribadi mereka. Mereka jg seringbercanda. Mas Putra pun sesekali menyentuh Leli, dan walaupun Leli seringkali menolak, tetap saja Leli merasakan sesuatu yang lain dalam sentuhannya yang begitu lembut dan Agen Poker Domino Terpercaya,  mesranya. 
Sampai pada suatu hari dia mengajak Leli nonton. Awalnya Leli ragu-ragu, namun kemudian Leli pun menerima ajakan itu. Mereka pun pergi sekitar jam 7 malam ke twenty one. Leli tampak canti saat itu dgn jilbab biru sedada dan kemeja putih bersih serta rok panjang lembut yang selalu Leli pakai. Tidak lupa kaus kaki yang selalu menutupi kakinya yang putih bersih.
Saat film tengah diputar, mas Putra tidak henti-hentinya melihat Leli. Leli pura-pura serius nonton, tp Leli sebenarnya jg melihatnya. Kemudian mas Putra mulai berani memegang tangannya, Leli pun tak kuasa menolaknya dan saat mas Putra berkata,
“Mas sayang kamu.” Serr.., rasanya Leli tersambar petir asmara dan tidak kuasa menolaknya, apalagi ketika mas Putra mulai berani menyandarkan kepalanya di bahunya dan meletakkan tangannya di paha Leli yang masih tertutup rok panjang. Leli semakin tidak kuasa menepisnya.
Kemudian mas Putra pun memandang Leli sejenak dan langsung menyambar bibirnya. Awalnya Leli berusaha menolak. Namun karena serangan bibir mas Putra yang bertubi-tubi dan serangan birahi yang menggebu-gebu, dgn agak canggung akhirnya Leli menyambutnya.
Leli yang sdh terbakar napsu birahi untuk pertama kali dalam hidupnya lagi-lagi tak kuasa menolak saat sidah mas Putra menyusup kedalam mulutnya dan bertemu dgn lidahnya. Lidah mereka saling bertautan dan aroma nafas mereka saling memburu mereguk nikmatnya air liur mereka yang saling mereka tukarkan.
Kebetulan di sederetan kursi mereka duduk tidak ada orang, jadi tidak ada yang melihat aktivitas mereka ini. Baru sekali ini Leli melakukan hal seperti ini. Apalagi sekarang Leli melakukannya di bioskop, sehingga Leli jg merasa agak malu saat kemudian ia membayangkan. Bagaimana bila tiba-tiba orang-orang mengetahui apa yang ia lakukan dgn mas Putra. Dimana martabatnya sebagai seorang gadis yang alim dan berjilbab? Namun pikiran itu tidak bisa mengalahkan gejolak birahi Leli, justru malah membuatnya semakin terangsang. Itulah sebabnya Leli sangat menikmatinya. cerita sex
Mas Leli yang satu ini pun semakin berani menyingkap rok panjang Leli dan mulai mengelus-elus paha mulus Leli yang kuning langsat itu,dan dia berkata,
“Paha kamu mulus yah.., Mas jadi tambah sayang sama kamu. Pasti paha kamu belum pernah disentuh cowok kayak sekarang khan??” Kebetulan rok yang Leli pakai saat itu memang mendukung, sebuah rok biru panjang lembut namun ada belahannya di pinggir yang menyebabkan tangan masnya ini mudah menyusup masuk mencari kehangatan cinta di antara dua paha Leli.
Namun karena malu Leli pun menahan tangannya, dan berkata,
“Jangan Kak.” Mas Putra tidak memperhatikan kata-kata Leli, dan tangannya terus memaksa masuk.
Sekarang celana dalam Leli bagian paha dalam sdh ia raih. Sedikit lagi ia tarik, maka mas Putra akan mendapatkan kemaluan Leli yang sdh basah ini. Mas Putra berkata,
“De.., gpapa kok, enak deh, masa nggak percaya sih sama Mas. Ya Yang… ya..!” Leli pun tetap bertahan untuk tidak memberikan apa yang mas Putra mau, namun tenaganya lebih kuat dari padanya, sehinggga slep.., jarinya menyentuh klitoris Leli.
Leli merasakan kenikmatan yang luar biasa, apalagi ketika mas Putra mulai memainkan tangannya di lubang Leli bagian luar, mengelus-elus bulunya yang tipis dan menggesek-gesekkan klitorisnya yang sdh basah dgn cairannya. Sungguh sensasi yang luar biasa yang tak pernah tidak Leli rasakan. Tidak sadar Leli pun mulai menggelinjang dan mengeluarkan suara-suara yang erotis sambil masih merasakan malu,
“Ahh… ahh… Mas..,maaasss.., jang…jangaaan…. Mass..aaaakkhhhhhhh….!”
Kepalanya yang tanpa sadar jg sdh sdh menempel di kedua payudaranya. Film pun habis, lampu kembali menjadi terang. Mas Putra pun memandangi Leli dgn mesranya.
“Pulang yuk..!” katanya sambil menggandeng tangan Leli.
Sambil berjalan turun, Leli pun membetulkan rok dan jilbabnya yang sdh diacak-acak oleh mas Putra tadi.
“Maafin kelakuan Mas yah tadi.” mas Putra pun memecahkan kebisuan di antara mereka berdua.
“Nggak pa-pa, tp jangan diulangi lagi yah Kak.. Leli takut.” jawab Leli.

Mas Putra langsung merangkul pinggul Leli dan mencium pipinya, sungguh sangat mesranya. Mereka pun pulang dgn menggunakan jasa taxi.
“Turun dulu Kak..!” kata Leli saat taxi sdh sampai di depan rumahnya.
Mas Putra pun menyanggupi dgn langsung membayar taxi dan ikut turun bersama Leli.
Leli pun mengambil kunci di bawah pot, di situ biasa keluarganya menyimpan kunci kalau tidak ada orang di rumah. Maklumlah, ibu dan bapak Leli sering pergi ke rumah masnya yang paling tua, sehingga Leli biasanya hanya tinggal di rumah bersama saudara-saudaranya.
Leli langsung mempersilakannya masuk ke rumah mungilnya.
“Duduk Mas.., mo minum apa..?”
“Nggak usah repot-repot deh, ehh iya orangtuamu nggak ada..?”
“Nggak ada Mas, lagi pergi kayaknya.”
“Oohh..” Begitu percakapan mereka setelah mereka masuk.

Leli pun langsung masuk kamar untuk mengganti baju.
“Tunggu sebentar yah Kak.” kata Leli, namun mas Putra langsung mengikuti Leli ke dalam kamar dan menggendongnya ke atas ranjang, lalu mengunci pintu kamarnya.
“Mas mau apa..?” tanya Leli lugu.
“Lanjutin yang tadi yah..?” ucapnya.
“Jangan Kak, Leli takut..!” kata Leli lagi tp Mas Putra langsung memeluk Leli dan menciumi Leli dgn liarnya.

Leli yang jg sdh dari tadi terangsang menyambutnya dgn ciuman Leli yang bernafsu.
“Achh.., ack.., ack..!” bunyi mulut mereka yang saling terpaut mesra.
Mas Putra pun melepaskan semua bajunya dan bugil di depan Leli yang wajahnya mulai merah karena terbakar napsu birahi. Kemaluan Mas Putra yang menggelantung di depannya sangat besar, baru kali ini Leli melihat secara langsung.
Selama ini Leli hanya melihat sesekali saat ia membuka situs porno di internet. Biarpun alim, namun Leli suka membuka situs-situs porno di internet. Leli tidak kuasa menolak ketika mas Putra melepaskan seluruh baju Leli, sehingga Leli polos tanpa sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya, kecuali jilbab birunya yang memang sengaja tidak ditanggalkan oleh mas Putra. “kamu tampak lebih menggairahkan saat masih pake jilbab, sayang.” Bisik mas Putra lembut.
Di kamar Leli sendiri, di atas ranjangnya sendiri, dimana ibunya biasa tidur bersamanya, sekarang Leli sedang memegangi batang kemaluan tentornya yang amat panjang dan keras yang mas Putra sodorkan ke mulut Leli. Walaupun sempat menolak karena agak jijik, namun akhirnya Leli mau jg dan malah keenakan menghisap miliknya seperti lolypop yang dulu sering diberikan mama waktu Leli kecil. Mas tentornya pun mengerang keenakan,
“Ahh.., aah.., ahhh.., enak Sayang.. terus..!” Terdengar jg saat itu,
“Ckkc.. ckkk..!” bunyi hisapan mulut Leli di batang kemaluannya.

Terlihatlah pemandangan yang sangat menggairahkan, seorang gadis yang hanya memakai jilbab di tubuhnya sedang menjilati kemaluan seorang lelaki yang bukan suaminya.
Dalam posisi Leli tidur dan mas Putra mengangkang di atasnya sambil kedua tangannya meraih payudaranya dan meremas-remasnya, Leli pun keenakan dibuatnya. Ia sdh tidak ingat apa-apa lagi, karena api birahi sdh menguasainya 100 persen. Mas Putra kini melepaskan k0ntolnya dan menghisap kedua payudara Leli secara bergantian dgn liarnya sambil tangannya memainkan klitoris Leli dan sesekali menusuk masuk ke lubangnya yang sdh amat becek. Leli pun merasa sangat nikmat dibuatnya.
“Aaah.., ahh.., mmmppphhhh.., oooooggghhhh Maasshh.. shhtt..kkk….. Kak eehhk.., ah.. aahh uhh aaah..!” begitulah teriakannya sambil meracau tidak karuan karena menahan nikmat yang luar biasa.
Mas Putra pun menjilati tubuh Leli, turun dan turun hingga sampai kepada lubang kemaluannya yang ia garapmesra. Leli pun melenguh keenakan,
“Aahh.., aahhh… massshh.., Leli mo pipiisshhh..!” Mas Putra seakan tidak menggubrisnya, jilatannya pindah ke arah paling sensitif.
Klitoris Leli dimain-mainkan dgn lidahnya. Leli hanya bisa merem melek dibuatnya, karena sensasi yang luar biasa atas permainan lidahnya di bagian tubuhnya yang sensitif.
“Kaakkk.., Kaakkk.., Leli pipiiishhh. Ahh.., aaaahhhhhh..!” Leli pun mengeluarkan cairannya, namun mas Putra tidak berhenti menghisap nonok Leli sampai semuanya dibuat bersih.
“mmppphhhhhh.., Kakkk.., enakk.. Kakk..!” Leli seakan tidak perduli lagi apa yang Leli ucapkan.

Mas Putra pun mencoba menusuk Leli dgn senjatanya yang sdh menegang dari tadi. mas Putra mau memuaskan Leli dulu baru memikirkan nasib ‘adek’-nya.
Leli pun segera melebarkan kakinya untuknya, pasrah memberikan diri Leli untuknya. Mas Putra pun berusaha memasukkan batang k0ntolnya ke arah nonok Leli, namun agak sulit karena memang Leli masih perawan. Leli pun merasa sakit, namun karena mas Putra jg meremas payudara Leli dan menghisap bibir Leli, rasa sakit itu sedikit terobati. Sampai akhirnya,
“Bless..! Pertahanan Leli berhasil ditembusnya. Leli pun berteriak,
“Ahh.., saa.. saakiitt Kaakkk..!” Mas Putra pun membelai kepala Leli yang terbungkus jilbab, dan berkata,
“Tahann ya uhh..!”

Mas Putra pun nampak keasyikkan menikmati jepitan Leli,
“Uhh.., Dekk.., kamu hebat..!”Mereka pun terus berciuman sementara tangannya memainkan puting susu Leli yang semakin mengeras.
“Ahh.., aahh.. aahh..” betul-betul nikmat dan asyik,
“Aahhh.., ohh.., uuhh..!” Mas Putra pun menghisap bibir Leli dgn lembut.

Tidak lama kemudian,
“Ahh.., mmmppphhhh.., ohh.., yeaahh.. yeaah.. Kak.. Leli mo pipiss lagiiihhh… Oohh Leli sdh tidak tahan lagi..!” dan, “Serrr…” keluarlah cairan Leli.
Leli pun merasakan kenikmatan yang teramat sangat di sekujur tubuhnya seiring keluarnya cairan di liang kenikmatan Leli beserta darah segar yang sejak tadi keluar dan membasahi sepreinya. Seketika itu jg Mas Putra mengeluarkan batang kemaluannya dari lubang kemaluan Leli dan menyemprotkan spermanya ke seluruh wajah dan mulut Leli, sampai membasahi jilbab Leli. Leli pun membersihkan sisa-sisanya dgn menelan sperma yang ia semprotkan dgn menghisap batang kemaluannya sampai bersih.
Kemudian mereka pun menatap mesra, berpelukan dan tertidur bersama. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa Terbaru 2016

Desahan Bunga Desa

Ibu: “sayang anter ibu ke dr.kandungan yuk?” ajak ibu saat membukakan pintu kamarku,
Aq: “lho kenapa sama Boby sih bu, kan itu anaknya Joni, bukan anaknya Boby! Berarti Joni dong yg harus nganter ibu ke dr.kandungan, waktu kandungan ibu 4 bulan, ibu pergi kedokternya sama Joni” jawabku sambil terus berusaha fokus kearah layar laptop, karena saat itu Aq sedang bermain PES 2013 di laptop,
Ibu: “Joni di bbm ga aktif sayang, katanya dia sedang sakit, kemarin malem waktu ibu bbm-an, dia bilang sakit kepala terus ga bisa bawa mobil” ujar ibu sambil memasang wajah dgn penuh harapan,



Aq: “ya udah ayo bu, Aq ganti baju dulu… padahal kemaren siang ibu masih main tuh sama Joni, sampai sampai si Joni engga berangkat kesekolah, eh ternyata malah bolos buat menyepuh anaknya… dasar si mesum tuhhh” ujar ku kesal kepada ibu sambil mematikan laptopku,
Ibu: ”ya makannya ibu heran jg kenapa dia bisa sakit kaya gitu… ayo cepet ganti baju dulu sayang.. keburu siang” balas ibu sambil meninggalakanku.

Perkenalkan namAq Boby , Aq masih berumur 17 tahun, dan Aq memiliki seorang ibu yg sdh menjanda Agen Poker Domino Terpercaya satu tahun lebih. Ibuku bernama Putri,ibuku kini baru menginjak umur 40 tahun , paras wajah nya yg sangat cantik membuat para lelaki tertarik kepada ibuku,begitu jg ayahku yg sdh meninggal dunia, ayah sangat mencintai ibu dan sangat menyaygi ibu, bahkan ayah merelakan apapun demi ibu. ayahku meninggal karena hal mistis, banyak yg mengira bahwa ayahku meninggal karena ada yg mengguna guna, mereka menikah di umur yg sama yaitu umur 23 tahun. 
Sekarang Aq sedang menikmati liburan akhir semesterku, Aq baru saja naik ke kelas 12 di salah satu sekolah menengah atas di Bandung. Aq memiliki seorang sahabat dekat yg bernama Joni, dia adalah sahabat dekatku dari kelas 2 SD dan kini satu SMA dgnku. ibu Joni bernama Fitri,umur ibu Fitri tdk terlalu jauh dgn ibuku, ibu Fitri baru berumur 38 tahun. ibuku dan bu Fitri sdh seperti adik kaka saja, karena persahabatanku yg sangat dekat membuat ibuku dan bu Fitri pun menjadi dekat , sama hal nya dgn ibuku, bu Fitri telah menjada 3 tahun lama nya, suaminya mengalami serangan jantung saat sedang berolah raga.
Aq akan menceritakan kejadian gila didlm hidupku,Kejadian ini memang diluar dugaanku, dan mungkin kejadian ini hanya terjadi didongeng atau didunia gila sepertiku. Aq dan Joni telah memutuskan untuk tukar ibu, ini terjadi ketika Aq dan Joni masih duduk di kelas 11 SMA, awalnya hanya candaan saja, karena jujur saja Aq sangat tertarik dgn ibu nya Joni, begitupun Joni yg sangat tertarik kepada ibuku. Saat itu Aq dan Joni berbincang tentang bokep yg sering kami tonton, bokep itu menceritakan pertukaran ibu dari dua orang sahabat, hingga kedua ibu mereka hamil oleh teman anaknya sendiri, kami sangat tertarik dgn film itu dan ingin sekali mencoba hal gila itu.
Setelah Aq dan Joni berdebat untuk melalkukan halpaling gila di dlm hidup, (cerita nya bang samBob6969)kami merencanakan segala hal agar ibuku dan ibu Fitri tertarik dgn keinginanku, dan rupanya Aq mendapatkan giliran pertama yg harus mengajak ibu untuk menjalankan hal gila ini, Aq sangat tAqt dgn rencana ini, namun Aq jg ingin ini terjadi pada ibu Fitri yg sdh Aq impi impikan dijauh hari.
Malam itu Aq sedang menonton tv dan ngobrol bersama ibu di ruang tv, ibu yg sedang mengenakan daster pendek terlihat anggun dihadapanku, ibu sangat putih mulus dan wajahnya yg cantik membuatku ada perasaan cinta kepada ibuku,
Aq: ”bu.. Aq kan udah cukup umur nih untuk mengenal seks” ujarku memberanikan diri untuk berbicara yg tdk tdk dihadapan ibu kandung ku sendiri,
Ibu: “heem… terus kenapa sayang?” Tanya ibu sambil menatap kedua bola matAq,
Aq: “ gini bu.. jujur saja Aq punya keinginan.. tp mungkin ini tdk akan terjadi bu” balasku sambil kembali menatap bola mata ibu yg indah itu,
Ibu: “memangnya kamu ingin apa sayang?” kembali ibu bertanya dgn nada keheranan,
Aq: “ gini bu… Aq tau kalau selama ini ibu suka membayangkan ayah kalau sedang mastubarsi … ibu selalu memainkan terong di dlm nonok ibu” ujarku sambil menundukan kepala karena tAqt ibu marah kepadAq,
Ibu: “ hemmm.. kamu suka ngintip ibu ya… terus kalau ibu kaya gitu… memang nya kenapa?” nada suara ibutersengar sepertitdk marah dgn perkataanku,

Aq: “ Aq suka horny kalau liat ibu seperti itu.. dan Aq suka onani kalau ibu selesai main sama terong ibu..” balasku mencoba menaikan kembali wajahku dan menatap wajah ibu, rupanya ibu tersenyum kepadAq.
Ibu: “ idihhh… kenapa kamu engga bilang kalau kamu suka horni kalau liat ibu kaya gitu… “ balas ibu sambil tersenyum manis kepadAq,
Aq tdk menygka dgn jawaban ibu, rupanya ibuku ini sama nakal nya seperti Aq,
Aq: “ jadi ibu mau ngocokin Boby kalau Boby lagi horni?” tanyAq sambil tersenyum nakal kepada ibu,
Ibu: “haha.. kamu ini ada ada aja… nakalin ibu kamu sendiri… kalau kamu mau ya ibu jg mau kok sayang…” ibu tertawa kegirangan saat mendengar ucapanku,
Aq: “gapapa dong bu.. dari pada harus main sama wanita yg engga bener.. nanti Boby jadi penyakitan lho… ihhh” balasku tak mau kalah oleh ibu,

Ibu: “ya udah sini.. kamu mau ibu kocokin?” tawar ibu dgn nada manja,
Aq langsung mendekati tubuh ibu yg sedang menyender ke sofa, dan langsung saja Aq peluk ibu,
Aq: “ bu… boleh Boby cium bibir ibu… sambil mainin susu ibu…?” tanyAq sambil memeluk ibu dari samping,
Ibu: “hihi.. boleh sayang.. ayo sini sayang..cium bibir ibu… lumat lidahibu semau mu” balas ibu sambil membelai rambutku,

Aq langsung melumat bibir ibu dgn halus, tangan kananku meremas susu ibu dgn halus, dan rupa nya penis ku sdh mulai tegang saat meremas susu ibu dar balik dasternya itu,
Ibu: “nghhhh…hemmmm.. ada yg bangun tuh sayangggg… hihi” ujar ibu disela sela ciuman kami,
Aq: “hihi… mau masuk sarang nya kali bu…hihi” balasku dgn seenakanya kepada ibu,
Ibu: “hihi… ayo sayang masuk sarang nya aja… “ ujar ibu sambil melepaskan lumatan kami,
Aq: “bu sebenarnya bukan ini yg Boby mau… Boby akan tunjukan sesuatu sama ibu….” Ujarku sambil melepas pelukan ibu dan memperlihatkan sebuah kaset bokepkepada ibu,
Ibu: “memangnya itu apaan sayang?” tanya ibu heran melihat kaset yg ada digenggaman tanganku,
Aq: “udahhh ibu nonton aja yaaa… Boby puter nih filmnya”
Aq lansung mendekati tv dan menyalakan dvd yg ada dibawah tv, langsung saja Aq putar film yg membuatku menjadi gila ini

Aq: “ buu… coba liat dehhh…” ujarku saat film nya mulia dan ada dua pria yg sedang berciuman dgn dua wanita yg berbeda,
Ibu: “ihhh… kenapa mereka main nya barengan gitu sayanggg?” ujar ibu terheran heran saat melihat ada dua pria dan dua wanita sedang bertelanjang bulat dan berciuman mesra,
Aq: “sebenarnya mereka itu ibu dan anak bu…” ujarku sambil kembali duduk disamping ibu,
Selama film itu berputar Aq menjelaskan tujuanku memutar film ini, meskipun ibu tdk suka dgn rencanAq, Aq terus membujuk agar ibu ingin melAqkan hal yg ada didlm film itu. Akhirnya ibu pun mengikuti kemauan ku,
Ibu: “ya udah kalau itu mau kamu… ibu coba dulu aja… mungkin aja enak sayang…hihihi” ujar ibu setelah mendengar penjelasanku,

Aq: “huuuu… awas kalau ibu ketagihan….” Ejekku sambil memeluk ibu,
Ibu: “ kamu jg awas kalau ketagihan sama tante Fitri sayanggg..” balas ibu tak mau kalah,
Aq: “hihi jadi kapan dong bum au kita mulai…. Besok katanya Joni mau kesini…” ujarku sambil mengelus susu ibu,
Ibu: “ya udah kalau gitu besok Joni nya suruh kerumah aja ya sayang…” balas ibu dgn senyuman nakal nya
Aq: “ hihih oke ibuku sayanggg…. Bu kocokin donggg… Boby horni banget” pintAq sambil menatap wajah ibu,
Ibu: “hihi.. ayo sini sayanggggg” ibu langsung membukakan celana pendekku,

Aq langsung membenarkan posisi yg enak dan melumat bibir ibu. Malam itu Aq bersama ibu bermesraan, namun Aq tdk sampai tidur bersama ibu.
Pagi hari nya Aq bangun dan melAqkan olahraga rutin ku di halaman rumah, saat Aq sedang asik melAqkan full up, Joni nge bbm,
Joni: “ ehh bro… gimana jadi?” tulisnya
Aq: “ jadi dong bro.. nanti siang lo kesini aja oke” balasku
Joni: ‘ oke siap bro”

Setelah Joni nge bbm , ibupun menghamipriku dgn baju daster nya yg belum diganti, meskipun semalan air maniku tumpah kedaster ibu,
Ibu: “ sayanggg sarapan dulu yu…?” ajak ibu sambil tersenyum manis kepadAq,
Aq: “iya bu” balasku dgn singkat sambil mengikuti ibu kedlm rumah,
Ibu: “sayang … sir obi kerumah jam berapa?” tanya ibu saat berjalan menuju meja makan
Aq: “kata nya siang bu… ibu udah ga sabar yaaa… hayoooo…” ejekku sambil duduk di kursi meja makan.
Ibu: “ ihhh kamu ada ada aja sayangggg….” Ibu tersenyum malu kepadAq

Kami langsung melahap makanan yg sdh ibu siapkan. Setelah sarapan selesai Aq langsung pergi kekamar, ibu sendiri langsung membersihkan rumah. Tak terasa waktu cepat berputar, dari tadi Aq bermain game PES di kamar, rupanya ada bbm dari Joni,
Joni; “ bro gua didepan rumah nihhh” tulisnya,
Aq langsung keluar dari dlm kamar, Aq tdk melihat ibu saat Aq berjalan menuju ruang tamu, setelah diruang tamu Aq langsung membukakan pintu rumah.
Joni: “ ehh brooo… mana nyokap lo… ga nahan nihh” ujar Joni saat didepan pintu rumah,
Aq: “ ahhh dasar lo.. niat banget… gimana nyokap lo.. mau engga?” tanyAq sambil mengajak Joni masuk kedlm rumah,
Joni:” kalau nyokap gua sihh… terserah gua aja… mungkin nyokap gua mau aja kali…” ujarnya saat duduk di kursi,
Ibu: “ sayanggg… siapa yg dating?” teriak ibu dari raung tv
Aq: “ ini bu… Joni” jawabku sambil melirik Joni,
Joni: “ wahhh … broo… gua ga nahan nihh…” ujar nya sambil membuka sweaternya,

Aq: “ ya udah ayo kita ke ruang tv aja” ajakku sambil berdiri dan berjalan ke ruang tv,
Ibu: “ ehhh Joni… kemana aja nih … ga liburan ?” tanya ibuku saat Aq dan Joni ada di ruang tv
Aq: “ hemmm…” Aq mengeles saat ibu mulai ‘modus’
Joni: “ engga nih tante… Joni liburannyakesini aja yaaa?” ujar Joni sambil tersenyum nakal kepada ibuku,
Ibu: “hihi” ibu tersenyum nakal saat mendengar perkataan Joni,
Aq: “halaahhhh… to the pint aja lo mah bro” ujarku sambil melirik ibu yg mulai nakal sama Joni,

Joni: “haha gapapaa dong bro… kan tujuan nya itu” ujar Jonisambil tertawa lepas kepadAq,
Ibu: “hihihi.. udah udah jangan berantem ahh.. sini duduk”ajak ibu kepada kami yg masih berdiri di depan ibu
Aq: “ tuhhh… nyokap gua jg sama udah ga nahan kali” ujarku sedikit membisik kepada Joni,
Setelah kami berdua duduk di samping ibu dan berbincang bincang tentang sekolahkami kemarin, rupanya Joni dan ibu sdh mulai bermain mata,
Ibu: “ Joni mau minum apa?” tanya ibuku saat menawarkan minuman,
Joni: “ susu aja tante..” celetuknya sambil meilirk susu ibu,

Aq: “hadeuhhh… ya udah ahh Boby tinggal dulu yaaa… bu Aq kerumah Boby dulu yaaa…awas lo jangan keterlaluan sama nyokap gua” ujarku pada ibu dan Joni yg sdh mulai dilanda nafsu birahi,
Ibu: “hihiya udah hati hati sayang.. pake mobil aja tAqt hujan ntar pulang nya” ujar ibu saat Aq pergi meninggalkan mereka berdua.
Aq: “baik bu” jawabku dgn nada rata,

Aq masih tdk percaya bahwa ini benar benar terjadi, dan Aqpun masih terheran heran dgn sikap ibu yg langsung saja menerima Joni gitu aja, hemm… tp ya udah lah gapapa.. Aq sekarang langsung pergi ke rumah Boby aja.
Saat di perjalanan, Aq dan ibu Fitri bbm-an, hingga akhirnya Aq sampai dirumahnya, dan menunggu nya didepan pintu rumahnya,

Ibu Fitri: “tunggu sebentar Bob.. ibu pakai jilbab dulu” balas ibu Fitri,
Aq: “iya bu” balasku di bbm,

Setelah beberapa menit mununggu, akhirnya bu Fitri menghampiriku,
Ibu Fitri: “ ayo masuk Bob..”
Aq: “iya bu” Aq langsung masuk kedlm rumahnya,
Ibu Fitri: “ mau minum apa Bob?” tanya bu Fitri saat Aq duduk di kursi,
Aq: “ air putih aja buu” ujarku sambil melirik susu nya,
Ibu Fitri: “ jangan panggil ibu dong Bob.. panggil aja mama yaa.. biar enak.. hihihi” ujar bu Fitri saat meninggalkan ku untuk mengambil minuman,
Aq: “iya deh.. mama” ujarku sambil tersenyum nakal kepada bu Fitri,

Saat ibu Fitri mengambilkanAq minum, Aq nge bbm sir obi sama ibu,
Aq: “ ehh bro lagi ngapain sihhh?” tulisku, cukup lama Joni membalas bbm ku,
Joni: “haha.. lagi disepongin ibu lo.. enak banget.. lo belum apap apa bro?” balasnya,
Aq: “ belum nih bro.. ya udah selamat menikmati bro” balasku,

Saat Aq membalas bbm Joni yg terakhir, rupanya bu Fitri sdh ada disampingku,
Ibu Fitri: “ kalian anak muda kok punyahal gila sihhh” ujar bu Fitri sambil menatapku,
Aq: “hihi.. gapapa dong mahh.. kan nyoba nyoba .. hihi” ujarku sambil tertawa kecil kepada bu Fitri,
Ibu Fitri: “ ya udah ayo.. kamu mau apa dari mama?” ujar bu Fitri saat Aq menatapnya,
Aq: “ihh.. mama to the point aja.. sama kaya anak nya…” ledekku kepada bu Fitri,
Ibu Fitri: “hihihi emang nya kamu ga suka kalau mama langsung to the point kaya gitu?” tanya bu Fitri sambil menatap kedua bola matAq,
Aq: “heheheheeee… suka kok mama..” balasku sambil tersenyum,

Bu Fitri langsung mendekapku, saat itu diluar rumah rupanya hujan deras, ini membuatku semakin bergairah untuk meniduri bu Fitri,
Ibu Fitri: “ Bobbb…. Cium ibu… hari ini ibu milik kamu sayanggg… cumbu ibu” rengek bu Fitri saat Aq memeluk tubuhnya,
Aq: “baikk mahh…rupanya nafsu mama besar jg… “ ujarku lalu melumat bibir nya yg sedikit tebal itu,

Kami berciuman mesra di atas kursi, hujan deras membuat ruang tamu ini semakin penuh oleh birahi. setelah beberapa menit berciuman, bbm ku menyala, ketika Aq melihat bbm, rupanya Joni mengirimkan gambar, dan ternyata ibuku yg sdh telanjang bulat di potret oleh Joni bukan hanya itu, saat ibuku mengulum penis Joni pun ia kirimkan, sialan,(cerita nya bang saman 6969) rupanya si Joni niat banget buat bersetubuh sama ibu gua,
Ibu Fitri: “ apaan sih Bob…coba mama liat” bu Fitri langsung mengambil
Aq: “mahhh .. Boby bukain ya baju nya… Boby pengen nonok mama sama susu mama” ujar ku lancing pada bu Fitri,
Ibu Fitri: “huhh.. rupanya kamu gam au kalas sama Joni ya sayanggg… ayo bukain baju mama… nikmati nonok mama… sentuh mamadgn halus sayanggg” ujar bu Fitri saat melihatku yg sdh dilanda nafsu,
Aq: “baik mama sayanggg” Aq mencium bibirnya, setelah itu Aq bangkit dan melepaskan pakaian bu Fitri, tp jilbab nya Aq tak lepaskan,
Ibu Fitri: “ kenapa jilbab nya ga di lepasin aja Bob?” tanya bu Fitri yg yg sdh telanjang bulat dihadapanku,
Aq: “hihihi… mama terlihat lebih cantik kalau pakai jilbab.. Boby mau negntotin mama kalau mama pakai jilbab” ujarku sambil mencopot semua pakaianku,

Setelah kami berdua bertelanjang bulat, rupa nya udara dingin terasa oleh tubuh kami berdua,
Ibu Fitri: “sayanggg… main dikamar aja yuk?” ajak bu Fitri saat Aq akan kembali duduk di sampingnya,
Aq: “iya bu” balasku dgn nada lurus,

Aq dan bu Fitri berjalan menuju kamarnya, saat berjalan, terlihat tubuh yg sangat menggoda, tubuhnya seperti AGB saja, mungkin karena bu Fitri sering senam dan merawat tubuhnya, pantat nya yg menggoda membuatku semakin bernafsu. Akhirnya kami sampai di kamar Bu Fitri
Ibu Fitri: “ sayanggg… sini .. nikmati mama baru mu ini… nikmati tubuh mama… tuhhh penis kamu udah ngaceng gitu..sini biar mama sepongin dulu” ujar bu Fitri menggodAq saat duduk di ranjangnya,
Aq: “nghhh… baik mama sayanggg” jawabku yg tak mampu lagi menhan nafsu birahi,
Aq menghamipiri bu Fitri yg sedang duduk di tepi ranjangnya, penisku yg sdh tegak membuat bu Fitri semakin dibalut birahi,

Ibu Fitri: “ penis kamu panjang sayangg… lumayan gede jg… kalau punya Joni sihh… pendek tp gede..” ujar bu Fitri saat menggenggam penisku dgn kedua tangannya,
Aq: “hhhmmm… mama sering main sama Joni?” tanyAq saat penisku mulai dijilat olehnya,
Ibu Fitri: “hemmm.. sering sayang… tp kalau main.. Joni ga pernah keluar didalem nonok mama.. soalnya mama ga pakai KB” balas bu Fitri sambil mencoba memasukan kepala penisku kedlm mulutnya,
Aq: “ huhhhh…geli mahhh… “ Aq melenguh saat kepala penisku masuk kedlm mulutnya.

Akhirnya semua penisku masuk kedlm mulutnya, rasa geli luar biasa yg saat ini Aq rasakan, Aq melihat bu Fitri sangat berrnafsu dgn penisku,
Ibu Fitri: “hemmm… penis Boby bau ihhh…tp enak…euemmmm” ujar bu Fitri saat mengulum penisku,
Aq: “ahhh… teruss mahh.. enak” Aq mengerang ngerrang saat penisku di kulum,
Setelah beberapa menit penisku dikulum,hp ku bergetar, ada bbm masuk kepadAq, Aq langsung mengambil hpku di pinggir tubuh bu Fitri, rupa nya Joni, dia sedang mengentoti ibuku, da nada VN nya, ‘ahhh…Jonii…ahh penis kamu masuk…enak sayangg…uhh tante suka penismu…uhh’ itu lah VN dari Joni, saat Aq mendengarkan nya, rupa nya bu Fitri pun mendengarnya,

Ibu Fitri: “heemmm… udahh ahh sayang… gentian kamu yg jilatin nonok mama… masa Joni udah ngentotin ibu kamu.. kamu nya di sepongin terus..” ujuar ibu Fitri, perkataan itu membuatku semakin iri, dan langsung saja mendorong tubu bu Fitri untuk berbaring, paha nya langsung mengangkang dgn lebar
Aq: “ihhh… nonok mama kok harum gini… bagus mahh… tembem banget nonok mama..” ujarku, Aq langsung melumat nonok nya dan memainkan itil nya dgn lidahku.

Setelah cukup lama Aq memainkan nonok nya dgn lidahku, akhirnya Bu Fitri mencapai puncak kenikmatannya,
Ibu Fitri: “uhh…. Bobbb… hisappp yg kuattt.. mama kelarrrrrr…uhh” tubuh bu Fitri mengejang ngejang dan paha nya merapat, kepalAq terjepeit oleh paha bu Fitri,

Aq membiarkan bu Fitri menikmati puncaknya, dan kepalAq masih ada di nonok bu Fitri,
Ibu Fitri: “ngghhhh… Bobn… entotin mama sekarang… cepetan keburu nonok mama rapet…nnghhh” erang bu Fitri menyuruhku agar segera memasukan penisku kedlm nonok nya
Aq: “baik mama sayang….”

Ibu Fitri langsung mengangkang kan kedua paha nya, kepala Aqpun langsung menjauh dari nonok nya, dan Aq langsung memegang penisku untuk diarahkan kedlm nonok bu Fitri. Dgn posisi Aq dihadapan nonok nya dan bu Fitri masih di atas ranjang, membuat Aq mudah untuk memasukan penisku kedlm nonoknya. Tp Aq punya pikiran iseng jg,
Ibu Fitri: “ahhhh… kamu nakal sayanggg… jangan di gesek gesek aja … masukin penis kamu kedlm nonok mama… cepettt…Bobyy”
Aq: “hihihi… emang nya mama mau di apain sih?” tanyAq sambil terus menggosok nonok nya yg bash itu dgn penisku,
Ibu Fitri: “ mama mau di entot…mama mau penis kamu kedlm nonok mama…uhhhh…..cepetan sayangggg”
Aq: “hihihi.. iya iya nih… terima penis Boby yaaa.. mama sayanggg” ujarku sambil mencoba memasukan kepala penisku kedlm nonok bu Fitri,

Ibu Fitri: “ cepettt….Bobyy…nonok tante gatelll….nghhh” erang bu Fitri saat kepala penisku masuk ke liang nonok nya,
Aq: “ hihih… mama ga sabar bener… mama pakai jilbab tp mulut nya kotor banget,,, apalagi nonok nya… bawel banget..” godAq saat penisku amblas kedlm nonok bu Fitri,
Ibu Fitri: “ngggghhhh…. Penis kamu panjang sayanggg… gapapa dong sayang… kan mama ini ibu yg alim… hihi… ayo sayang terus benamin penis kamu ke nonok mama” lenguh bu Fitri saat penisku masuk kedlm nonok nya
Aq: “hihih.. dasar ibu alim yg doyan penis ABG….” Ledekku pada bu Fitri sambil tersenyum nakal,

Kini Aq ada dlm posisi Man ON Top, Aq langsung naik ke ranjang dan berada tapat di atas bu Fitri, sambil mencoba melumat bibir nya yg seksi itu Aq terus membenamkan penisku yg panjang ini,
Ibu Fitri: “uhhh… penis kamu panjangg…dalemmm sayanggg…. Uhhhh” lenguh bu Fitri saat Aq mendekati wajahnya,
Aq: “tp mama suka kan?” tanyAq sambil melumat bibirnya,
Ibu Fitri: “hemmmmm” balas bu Fitri sambil memelukku,

Setelah puas berciuman, Aq ingin segera menggenjot nonok nya itu, Aq mulai gatal dgn nonok nya,
Ibu Fitri: “Bobbb… genjot nonok ibu.. goyangkan pantan kamu sayanggg….euhhhh” lenguh bu Fitri
Aq: “baik mahhhh”

Aq langsung menggoyangkan pantatku dan mencoba menggenjot nonoknya, setelah beberapa menit menggenjot nonok nya, Aq menawarkan ganti gaya tp bu Fitri tdk mau dan menolak nya,
Ibu Fitri: “mahhh….mmmmppphhhh…ngghh.. nungging yuk?” erang ku saat meminta ganti gaya dan menghentikan genjotan di nonoknya,
Aq: “mmmmmpppphhhh… udah gini aja sayanggg…. Cepettt,,, mama mau sampai” ujar bu tika sambil merem melek,

Aq menuruti kemauan nya dan tdk memaksa, setelah beberapa menit, akhirnya bu Fitri mencapai puncaknya,
Ibu Fitri: “uhhh…uhhh..uhhh…. Bobn… mama mau keluarrrrr…” (Serrrrr….”sfx)
Aq: “Aq jg mahhh…….”
Ibu Fitri: “ cabuttt… cabuttt sayangggg…. Tumpahin di mulut mama…..” ujar bu Fitri dgn nada khawatir
Aq: “ahhhh… iyaaaa… nihhh maaah…..ahhhhhh” (Crotttt…..crotttt”sfx) air maniku muncrat di mulut Bu Fitri, wajah ibu Fitri sangat cantik , jilbab nya membuat lebih cantik, kini penisku ada didlm mulut bu Fitri.
Ibu Fitri: “nghhh…eemmm… air mani kamu enak sayanggg…ngghh…hemmm” uajr bu Fitri saat menjilat penisku,
Aq: “ihhh,,,aduh ngilu nihhh mamahhh.. udah ahh mama..” ujarku sambil merasakan ngilu di area kepala penisku,

Tuesday, September 6, 2016

Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Ipar

Cerita sex terbaru ini adalah pengalaman pribadi, tetapi nama, situasi dan tempat sudah diubah untuk melindungi para pelakunya. Suatu saat, aku sedang sendirian di Jakarta karena istriku sedang keluar kota. Aku mengajak Dinda berlibur ke sebuah resort di dekat Anyer. Tempat yang indah. Seolah kita sedang berbulan madu.

Setelah check-in aku mengajak Dinda masuk ke kamar yang indah dan menghadap ke arah pantai. -cerita dewasa terbaru- Koper aku letakkan dan kupeluk Dinda dengan mesra. Dinda menatapku dengan tersenyum. Dan kucium bibir tipis Dinda. Dinda membalas dengan lembut dan setelah beberapa saat, ciumannya menjadi ganas. Seolah ingin menelan bibirku. Kumainkan lidahku masuk ke dalam mulut Dinda dan napasnya mulai memburu. Kemudian kucium lehernya mulai dari bawah telinga turun ke pundak. Dinda merasa geli dan mendorong wajahku menjauh.
Kemudian kupeluk dia erat-erat dan kurasakan buah dada Dinda menempel di dadaku. Dinda menempelkan buah dada dan selangkangannya padaku. Pelan-pelan kuangkat kaos yang dipakainya dan kusisipkan tanganku ke pinggang dan pundak Dinda. Kuelus-elus punggungnya dan Dinda bergumam keenakan. Tanganku terus bergerak naik ke atas ke arah pengait BHnya. Kaitan BH kulepas dan Dinda merasakan payudaranya terasa longgar. Putting payudaranya mulai membesar merasakan terbebasnya BH dari tubuhnya.
Cerita mesum terbaru, Dalam keadaan masih berbaju lengkap hanya saja kaitan BH terlepas, tanganku mulai bergerilya ke arah payudara Dinda. Kucecup lagi bibirnya dan tanganku mulai menyenggol payudara dan sesekali melintas di atas putingnya. Setiap kali melintas, Dinda mengeluarkan suara kaget dan lenguhan tanda sudah terangsang. Dinda merasakan nonoknya mulai lembab dan basah dan mulai diserap oleh celana dalamnya. Kuangkat kedua lengan Dinda dan menarik seluruh kaos dan BHnya melewati kepala dan melemparkan pakaian tersebut ke atas ranjang besar di tengah ruangan.
Agen Poker Domino Terpercaya 

Dinda memandang wajahku dengan mata nanar tanda nafsu mulai menguasai dirinya. Mulutku langsung mencari puting susunya yang sdh membesar. Areola Dinda sdh melebar melebihi normal. Pertama kukecup lembut di seputar putingnya memberikan sensasi menggoda. Dinda mendesah
‘iiihh.. gak boleh. Sudah ah!’ tetapi ia tidak menghindar, bahkan terkesan menyodorkan putingnya ke mulutku.
Dengan lembut dan lincah, kujilat puncak puting payudara Dinda sebelah kanan dan Dinda mendesah
‘mmmmmmpppphhhhhhh’. Kemudian beralih ke puting kirinya sambil tangan kiriku mengelus payudara kanan Dinda.
Tubuhnya yang sudah setengah telanjang, menggelinjang-glinjang. Kubuka kaosku dan sekarang sama-sama bertelanjang dada. Kuangkat kedua lengan Dinda dan kuletakkan di pundakku sementara aku memeluk dan mengusap-usap punggungnya. Kedua dada kami bersentuhan dan memberikan loncatan-loncatan listrik. Areola Dinda semakin membengkak dan seolah menelan putingnya. Yang keluar dari mulutnya hanyalah desahan tidak beraturan.
Ia merasakan celana dalamnya bagaikan tercelup air karena derasnya cairan nonok Dinda mengalir keluar. Dinda merasakan cairan nonoknya mengalir dari lubang kenikmatannya dan berjalan sepanjang bibir mulut nonok. Spot di celana dalamnya mulai muncul dan membesar. Dinda menutup mata dan membiarkanku merangsangnya habis-habissan. Kancing celana pendek putih Dinda mulai kubuka pelan-pelan.
Ketika aku terlalu lama membukanya, Dinda dengan tidak sabar membuka seluruh kancing celananya. Terlihatlah celana dalam katun warna merahnya. Tanganku masuk dan mengusap-usap pantat dan pelan-pelan menurunkan celana putihnya ke bawah dan kubiarkan jatuh ke lantai. Celana dalam Dinda terlihat basah dari bagian bawah hingga depan pertanda cairan cintanya sdh meluap bagaikan keran bocor. Celana dalamnya lengket dengan gundukan bibir kemaluan Dinda dan menampilkan lekukan bibir mayoranya. Dinda merasa lubang kenikmatannya menjadi lebih rileks dan membengkak.
Kubuka seluruh celanaku dan aku berdiri telanjang di depan Dinda. Ia melihat k0ntolku yang berdiri tegak dengan penuh nafsu. Aku ambil tangan Dinda dan menuntunnya ke k0ntolku. Ia mulai memegang dan memainkan k0ntolku dengan lembut. Kemudian, aku mulai mencium dan sesekali menjilat perut Dinda dan pelan-pelan mulai jongkok hingga mulutku berada pada ketinggian gundukan cinta Dinda. Bau kewanitaan Dinda serasa memenuhi ruangan hotel. Bau yang sungguh merangsang dan membuat kamar seperti penuh dengan listrik nafsu seks.
Di tengah gundukan selangkangan Dinda, aku mulai mencium lembut mengelilingi gundukan tersebut. Dinda merem melek dan kedua tangannya memegang kepalaku. Jari-jarinya masuk ke rambutku dan sesekali menariknya. Gundukan selangkangannya semakin basah oleh lendir kenikmatan dan jilatanku. Dinda mulai mengangkat satu kakinya agar selangkangannya menjadi lebih terbuka. Ia mulai merasa gamang dan ingin duduk. Tetapi aku memaksanya tetap berdiri dan mulai menurunkan celana dalamnya. Terlihatlah gundukan putih dengan rambut kemaluan yang halus tetapi menutupi bagian bawah bibir mayora hingga sedikit di ujung gundukan cintanya.
Aroma nonok yang terangsang sudah sedemikian kuat dan aku harus menahan diri utk tidak langsung meniduri Dinda. Aku ingin memberikan yang terbaik yang belum pernah Dinda alami sebelumnya. Kemudian aku tuntun Dinda ke arah ranjang dan menelungkupkannya dalam keadaan telanjang bulat. Aku mengambil madu asli yang sudah aku persiapkan seblumnya dan kuoleskan ke punggung hingga pantatnya. Dengan lidahku, aku mulai menjilat madu tersebut dan membuat Dinda melenguh keenakan.
Jilatan-jilatan dan kecupan-kecupan lembut sepanjang tubuh Dinda membuatnya sangat terangsang dan mulai bernapas ngos-ngosan. Kakinya mulai digerakkan dan paha dibuka dengan harapan aku akan mulai menyetubuhinya. Sesekali aku sentuh lubang kenikmatannya dan dia berteriak kaget bercampur penuh harap. Tapi aku masih menahan diri dan membuat Dinda makin blingsatan. Kemudian kusuruh dia balik badan dan kulihat gundukan selangkangannya. Gundukannya sungguh besar dan terlihat memerah berkilat tanda basah kuyup. Aku mulai menjilat seluruh tubuh Dinda. Pahanya mulai dibuka lebar-lebar dan diangkat ke atas menunjukkan lubang kelaminnya yang kemerahan dipenuhi cairan kenikmatan.
Aku bergeser di atas tubuhnya dengan sengaja menempelkan k0ntolku yang berdiri tegak. Aku cium bibir Dinda sambil sesekali k0ntolku menyentuh selangkangannya. Dinda memegang pinggulku dan berusaha menekan pantatku agar k0ntolku bisa masuk ke memiawnya. Tapi, meski kukulum mulut dan dadaku kugesekkan ke payudaranya, k0ntolku tetap tidak kumasukan. Sesekali kepala k0ntolku yang sdh memerah tua dan berkilat kutempelkan ke bibir memiawnya. Dinda memohon dengan sangat,
‘beib, masukkan donk.. Aku sdh ga tahan nih.. iiihhh.. ayo masukin..diitung sampai tiga kalau ga mau masuk, ga usah lho..’ sambil mendesah-desah.
Kubiarkan kepala k0ntolku bergeser membuka bibir memiawnya hingga masuk bagian kepalanya saja dan Dinda berteriak kecil. Tapi kemudian kutahan lagi. Kepala k0ntolku sdh dipenuhi cairan lendir Dinda. Kemudian aku turun ke selangkangannya dan mulai menjilat klitoris dan membuka bibir memiaw Dinda dng lidah. Setiap sapuan lidahku membuat Dinda kelojotan dan akhirnya aku memasukkan lidahku ke permukaan lubang nonok Dinda. Kusedot, jilat, cium dengan ganas, dan seluruh tubuh Dinda mulai menegang dan akhirnya berteriak keras sekali mencapai orgasme.
‘Beib! Beib! Aduh enak pisan!! Sayang.. Aku sayang ma kamu.. Enak beib… AAAHAHHAHHHH’ dan keluarlah cairan kenikmatannya membasahi ranjang dan mulutku.
Dinda terus menekan kepalaku ke selangkangannya sambil menahan napas, memburu,
‘AAAA…HH!’ Setelah beberapa detik, tubuh Dinda mulai rileks kembali.
Aku tidak berhenti tetapi justru meneruskan jilatan2 ku sepanjang bibir mayoranya. Klitorisnya sdh kemerahan dan bengkak dan sangat2 sensitif. Aku mulai menjilat dan menyedot klitorisnya dengan hati2 agar Dinda tidak merasa kesakitan. Dalam waktu beberapa saat, Dinda mulai ON lagi. Napasnya mulai memburu dan kakinya digerak-gerakkan keluar. Pantatnya diangkat agar lidahku bisa makin memainkannya. Aku berhenti sejenak dan melihat puting susu Dinda membesar dan mengeras berwarna merah muda.
Sekarang kedua paha Dinda aku angkat dan pelan-pelan k0ntolku mulai kutempelkan ke selangkangan Dinda. Kepala k0ntolku mulai membelah bibir memiawnya dan mengarah langsung ke lubang kenikmatannya. Dinda mendesah pasrah ketika k0ntolku mulai memasuki lubang nonoknya. Betapa nikmatnya memasuki lubang yang basah kuyup oleh lendir cintanya. Aku memasukkan dengan mudah sampai setengah k0ntol dan Dinda mulai mendengus. Dengan cepat aku memasukkan k0ntolku masuk ke dalam nonok Dinda and ia menjerit kecil. AAH! Akhirnya kita bersatu menjadi satu tubuh. memiaw Dinda makin becek dan keliatan cairan yang berwarna agak putih. Terdengar bunyi srep srep srep dan cek cek cek. Dinda menutup mata dan merasakan rangsangan dan kenikmatan yang luar biasa.
Baru kali ini, ia memberikan tubuh dan hatinya seutuhnya dalam permainan cinta ini. Sambil memompa nonoknya dengan kekuatan penuh, aku mencumbu bibir tipisnya. Tetapi lama-lama ia tidak bisa bercumbu dan menghindar dari ciumanku karena yang keluar hanyalah AH AH AH… Dinda menutup matanya dan berkonsentrasi pada sensasi nonoknya. Aku mengangkat kedua kakinya ke atas pundakku dan membuatnya merasakan seluruh k0ntolku di dalam nonoknya. Aku semakin dalam masuk dan Dinda makin kehilangan kontrol. Ia mendadak berteriak-teriak,
‘SAYANG! AAAA AHHHH!’ dan kali ini mengalami orgasme yang lebih hebat dari sebelumnya.
Seluruh nonoknya mengejang dan memeras k0ntolku di dalamnya. Kepalanya terangkat dan matanya melihat mataku dengan penuh nafsu membara… Sungguh pemandangan yang indah. Dinda yang cantik dan polos dengan tubuh agak semoknya, tetapi sangat berbau seks, berada di bawah tubuhku dan k0ntolku sedang menikmati setiap relung liang sanggamanya. Akhirnya aku biarkan k0ntolku mengeras sekeras kayu dan bisa kurasakan membesar 120% dan akhirnya aku merasakan seluruh tubuhku menegang degn buah zakarku menjadi bergetar dan tanpa bisa kutahan kusemprotkan spermaku ke dalam rahim Dinda dengan deras. Dinda merasakn siraman spermaku dan mengalami kenikmatan lagi. Dinda meracau,
‘beib.. aku pengin punya anak dari kamu.. Beib terus… AAAHHH!’ Dan setelah orgasmeku yng luar biasa di dalam rahim Dinda, kita berdua istirahat dan keadaan k0ntolku di dalam nonoknya.
Pelan-pelan dari liangnya keluar cairan spermaku dan lendir cinta Dinda membasahi ranjang hotel. Kukecup pelan puting Dinda dan aku rebah di atas tubuhnya. Setelah k0ntolku mengecil dan keluar dengan sendirinya dari nonok Dinda, aku menarik Dinda ke kamar mandi. Permainan belum berakhir.
‘Sekarang kita mandi sama yuk.’ Kemudian kita berdua berdiri telanjang di bawah shower.
Setelah distel air hangat yang mengucur keluar, aku mulai membasahi seluruh badan telanjang Dinda. Dengan sabun di tangan, aku mulai menyabuni tubuh indahnya. Dari atas, turun ke payudaranya dan aku mulai mengusap-usap kembali payudara dan putingnya. Dinda memprotes,
’Iihhh.. sudah deh…’
‘Kenapa? Gak mau? Bener nih sdh cukup? Nanti kita stop lho…’
‘hmmm.. iya’.. tetapi aku tetap meremas dan mengelus-elus puncak payudaranya.

Dinda berusaha menghindar dan aku meneruskan menyabuninya ke bawah. Di bagian selangkangan, cairan lendirnya masih mengalir membasahi permukaan nonoknya. Aku mulai menyabuni dan bermain di klitorisnya.
‘Aaahhh.. sdh deh…’ sambil merem melek.
Ketika mulutnya terbuka, langsung aku kecup dia. Melihat Dinda begitu bernafsu, aku mulai terangsang lagi dan k0ntolku mulai mengeras kembali. Kali ini, aku menyuruh Dinda berbalik dan di bawah pancuran shower satu tanganku mengusap dadanya dan satu lagi memegangi dan memelintir klitorsnya. Dinda mengejang dan aku suruh dia agak merunduk. Kubuka pantatnya dan terlihat lubang anus dan nonoknya.
Aku memasukkan jariku ke nonoknya yang masih licin. Seluruh jariku kumasukkan. Satu jari, dua jari dan kutemukan G-spotnya dan mulai memijatnya. Dinda mendongak sambil mengerangngerang. Kedua tanganya menempel ke kaca shower box. Kumasukkan k0ntolku ke dalam nonok Dinda dari belakang dan Dinda menjerit gembira. Mulailah kupompa dari belakang sambil kedua tangan tetap memegang puting dan klitorisnya. Dinda berteriak2
‘aaaaahhhhhh…. ahaaaaaaahhhhhh….. aaaahhhh…’ seluruh tubuh mengejang dan sekali lagi Dinda berteriak
’Beib.. aku sayang ka….aaaaahhh!!!’ dan Dinda menggerinjal-grinjal tubuhnya dan bergetar seperti orang ayan.

K0ntolku masih tegak berdiri dan aku beristirahat sejenak. Kemudian aku mulai memompanya dan setelah Dinda hampir mencapai orgasme, aku cabut k0ntolku dan duduk di ats closet. Aku menarik Dinda dan mendudukkannya di atas k0ntolku. Dinda tidak sabar dan menuntun k0ntolku diarahkan ke lubang memiawnya. Dinda menduduki k0ntolku sambil menghadap diriku dan mulailah dia berganti memompa diriku. Lama2 aku tidak bisa menahan lagi dan aku bersuara
‘Sayang, aku sdh hampir keluar.. aku semprot lagi ya…’ Dinda mendengus
‘hhhhhhh…’ Akhirnya k0ntolku menyemprot ke dalam nonok Dinda bersamaan dengan dia menjerit kencang
‘AAAAAAHHHHH!!!’ dan cairan spermaku masuk ke relung-relung rahim Dinda .

Kemudian Dinda tetap duduk di pangkuanku dan memelukku sambil mencium bibirku…
‘Aku suka banget… Semoga bisa tiap ari kayak gini..’ K0ntolku keluar dr nonoknya dan cairan kenikmatan yang sdh bercampur sperma mulai mengalir keluar membasahi pahanya.
Setelah beberapa saat istirahat, kita meneruskan mandi dan berbaring tidur di ranjang berpelukan selama setengah jam dalam keadaan bugil. Sore itu, kami jalan-jalan sepanjang pantai depan hotel. Ketika malam tiba, kami makan candle light dinner di restoran hotel tsb.
Setelah makan, sambil bergandengan tangan kami menyusuri pantai mendengar deburan ombak. Pantai tidak banyak orang lalu lalang. Semakin jauh kami melangkah dan tidak seorangpun yang tampak. Di belakang cahaya terlihat samar-smar. Kami berpelukan dengan Dinda menyandarkan dirinya padaku. Kemudian pada bagian yang agak menjorok ke dalam dengan satu sisi ada batu, kami duduk. Aku memeluk Dinda dan mulai mencium bibirnya lagi.
‘Sudah ah..’ sambil tersenyum Dinda menghindar.
Tetapi ketika tanganku mulai menyentuh payudaranya, Dinda membiarkan saja. Kemudian tanganku mengusap2 paha Dinda dan menuju ke selangkangan.
‘Nanti ketauhan orang loh..’
‘Gpapa. Sepi kok. Lebih seru kan.. di udara terbuka. Kamu belum pernah kan?’ Aku mulai mengarahkan ke selangkangan Dinda.

Kemudian aku membuka paha Dinda dan mulai mencium dan menjilat-jilat pahanya hingga ke selangkangan. Kemudian aku mulai mendorong Dinda berbaring dan mencumbunya.
‘Jangan di sini..’ ‘sstt.. jangan ribut. Nanti ketahuan.’ Tanganku mulai memainkan susu Dinda dari luar kaosnya.
Kuangkat kaosnya dan terlihat behanya. Beha yang menutupi payudara kenyalnya kuangkat dan langsung kujilat puting susunya. Dinda mendesah. Tanganku kemudian ke leher Dinda dan melepaskan ikatan beha bikininya. Seketka itu juga, Dinda merasa bebas. Payudaranya tidak ada yang menopang. Dengan sekali tarik aku melepas behanya dan melepaskan kaosnya. Dinda berusaha menutupi kedua susunya dengan kedua tangan. Langsung aku lepaskan kancing celana hot pants nya dan menarik ke arah kaki. Dinda berusaha mempertahankan, tapi itu berarti ia melepaskan pegangan payudaranya. Mulutku segera menyosor kedua puting bergantian dan Dinda langsung melenguh.
‘Nanti ketahuan lho.. di kamar aja’ Tapi ketegangan ini menyebabkan Dinda sangat terangsang.
Celana dalam bikininya terasa basah oleh lendir yang mulai muncul lagi. Dengan cepat hot pants dan celana dalamnya aku tarik hingga lepas dari pahanya. Dinda bugil telentang di atas hamparan pasir sambil menatap wajahku dengan nanar. Aku segera membuka celanaku semua hingga bugil dan membuka paha Dinda lebar-lebar. terlihat di cahaya bulan yang temaram liang nonok Dinda berkilat oleh cairan. K0ntolku yang sdh tidak sabar dan berdiri tegak mulai mendekat ke lobang Dinda.
Aku langsung mencium bibir Dinda dan kepala k0ntolku mulai membelah bibir nonoknya. Begitu ketemu lubang kenikmatannya, aku langsung memasukkan dengan cepat dan Dinda berteriak etapi tertahan oleh mulutku yang french kiss dia. Kembali aku dan Dinda menjadi satu tubuh. Kita menikmati persetubuhan ini dan merasakan jantung kita menjadi satu. K0ntolku bersarang di liang sanggama Dinda dan gua kenikmatannya bagaikan banjir bandang dengan mengharapkan persatuan dalam cinta dan seksual.
Dinda mulai ngos-ngosan dan aku memompa nonoknya makin lama makin cepat. Kemudian seluruh tubuh Dinda menegang dan napasnya tidak beraturan. Kadng berhenti kadang napas cepat lagi. Dinda merasakan puncak kenikmatan tinggal sebentar lagi, ia menutup mata dan mencengkeram tubuhku dan mencakarku. Kedua kakinya menjepit paha dan kakiku dan berusaha menekan makin masuk seolah ingin menelan seluruh diriku masuk ke dalam rahimnya. Dan mendadak, Dinda berteriak-teriak karena orgasme yang panjang bagaikan gelombang menghantam Dinda mulai dari nonoknya, naik ke rahimnya, perut, payudara, tangan dan kaki dan Dinda menancapkan kukunya ke punggungku dan akhirnya mendesis seolah kesakitan dan melotot…
’mmmmpphhhhhh…..’ otot-otot nonoknya terasa mengeras dan menaham k0ntolku di dalamnya dengan cairan yang luar biasa banyak.
Setelah beberapa saat, Dinda tenang kembali dan melepaskan jepitan nonok dan pahanya. K0ntolku masih tegak berdiri dengan bangga di dalam saluran sanggama Dinda. Kulepaskan k0ntolku dengan cepat, dan Dinda merasa geli ,’aaahh’ Aku langsung gantian berbaring dan menarik Dinda ke arahku. Aku suruh Dinda berbalik arah membelakangi diriku dan kududukan dia di atas k0ntolku. K0ntolku segera masuk dengan mudah dan Dinda berjongkok dengan memunggungiku.
Aku menarik Dinda mendekat, satu tanganku memainkan payudaranya, satu lagi memainkan klitorisnya. Dinda menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Kemudian kita mulai lagi irama seksual cinta kita. Kali ini Dinda yang memegang kendali naik turunnya memiawnya ke k0ntolku. Tetapi kedua tanganku tetap memainkan klitoris dan dan puting susunya. Dinda dengan cepat mencapai orgasme lagi.
‘mmmmmmmmmppppphhhhhh….. say …say … say…. hhhhhh…. iiihihhhh sdh ah!!’ cairannya merembes keluar membasahi seluruh selangkanganku.
Tetapi aku bilang, ‘bentar lagi, sayang aku sdh hampir keluar…’ dan kedua tubuh kita bagaikan irama keluar masuk k0ntol dalam memiawnya.
Tidak lama kemudian, Dinda merasakan orgasme akan dtg lagi dan aku juga merasa k0ntolku mengeras 150% pertanda beberapa detik lagi aku akan orgasme.
‘bentar lagi, beb.. mmmmmppphhhhh!’ dan dari k0ntolku muncratlah sperma yang banyak dan Dinda berteriak karena orgasme pd saat yang bersamaan…
Aku masih memompa dengan k0ntol yang sdh menunaikan tugasnya dan Dinda berusaha mengambil sisa-sisa kekerasan k0ntolku di dalam mekinya. Akhirnya kita selesai dan segera beres-beres utk kembali ke hotel. Dinda tidak memakai bh dan celana dalamnya. Ia memakai kaos dan hot pants nya. Dan cairan kenikmatannya menetes membasahi pahanya. Dari kaos terlihat tonjolan puting Dinda yang menantang.
Ketika di hotel, beberapa org memperhatikan kita dan Dinda sengaja berjalan dengan seksi. Begitu masuk kamar, Dinda langsung bugil dan melepaskan semua bajuku. Kita berdua bugil dan Dinda langsung menjilat k0ntolku memasukkan ke mulutnya sehingga berdiri lagi. Aku sdh capai ttapi tetap bisa berdiri lagi. Dinda berkata,
‘ini barang kesukaanku. Aku mau tiap hari kayak gini. Aku milikmu beib. Kapanpun kamu mau ngesex, aku pasti mau…’
Itulah kisah pengalaman kita di Anyer selama liburan 3 hari di mana setiap harinya Dinda mengalami orgasme hampir 10x dan kecanduan k0ntolku. Di usianya yang baru 21 tahun, Dinda dan aku berusaha mencari waktu utk bersanggama sesering mungkin. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa Terbaru 2016 –